Smartwatch Bisa Deteksi Penyakit Sebelum Gejala Muncul, Begini Cara Kerjanya

Penulis: Xander Situmorang  •  Senin, 06 Juli 2026 | 14:00:01 WIB
Smartwatch merekam data biologis untuk membangun pola kesehatan pengguna.

BALI — Wearable seperti Apple Watch, Samsung Galaxy Watch, atau Garmin bekerja dengan merekam data biologis pengguna secara terus-menerus. Data ini mencakup detak jantung, suhu kulit, kualitas tidur, hingga tingkat oksigen dalam darah (SpO2). Selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, perangkat membangun pola dasar (baseline) yang unik untuk setiap pemakainya.

Lonjakan Detak Jantung di Malam Hari Bisa Jadi Alarm

Fungsi deteksi dini baru bekerja ketika wearable mencatat penyimpangan dari baseline tersebut. Misalnya, detak jantung istirahat (resting heart rate) seseorang tiba-tiba naik 10-15 bpm selama tiga malam berturut-turut tanpa alasan jelas seperti olahraga berat atau demam.

"Wearables are best at noticing breaks from your body's usual patterns," tulis laporan yang dijadikan bahan artikel ini. "Those outliers can hint that something warrants further investigation with your doctor." Artinya, penyimpangan itu bukan

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top