BALI — Evaluasi yang dilakukan Bulog tidak hanya menyentuh kebersihan permukaan. Perusahaan pelat merah itu memeriksa seluruh sistem sanitasi, kondisi fisik gudang, hingga efektivitas program Pengendalian Hama Gudang Terpadu (PHGT).
PHGT sendiri merupakan standar operasional yang selama ini diterapkan Bulog untuk menjaga kualitas beras dan komoditas pangan lain yang disimpan. Namun, munculnya hama kutu beras di permukiman warga menjadi indikasi bahwa prosedur tersebut perlu diperketat.
Warga Jadi Prioritas, Andi Afdal Temui Langsung Perangkat Desa
Andi Afdal tidak hanya datang untuk inspeksi internal. Ia juga berdialog langsung dengan masyarakat sekitar, perangkat desa, dan jajaran Bulog di wilayah kerja Karawang. Tujuannya jelas: menggali informasi dari tangan pertama soal dampak yang dirasakan warga.
"Kami mengapresiasi perhatian dan masukan dari masyarakat. Bulog berkomitmen memberikan respons cepat terhadap setiap permasalahan yang muncul di lapangan," ujar Andi dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).
Ia menambahkan, kehadirannya di Karawang adalah untuk memastikan langkah penanganan berjalan dengan baik sekaligus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak. "Agar kondisi ini dapat segera ditangani secara optimal," tegasnya.
Perbaikan Berkelanjutan, Bukan Sekadar Proyek Musiman
Bulog menegaskan bahwa setiap masukan dari masyarakat adalah perhatian serius yang akan ditindaklanjuti secara cepat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan di tubuh perusahaan.
Kejadian di Karawang ini menjadi ujian bagi Bulog untuk membuktikan bahwa sistem pengelolaan gudang dan pengendalian hama mereka benar-benar berjalan. Jika tidak, bukan hanya reputasi yang taruhannya, melainkan kenyamanan warga yang tinggal di sekitar fasilitas penyimpanan pangan milik negara.