JEMBRANA — Penampilan Sekaa Gong Kebyar Widya Taruna di PKB tahun ini tidak sekadar menyuguhkan estetika. Dua garapan utama—Tari Kreasi Kakebyaran Ulantaga dan Fragmentari Aji Dayu Prawa—mengangkat narasi spiritual yang berakar pada sejarah lokal Jembrana.
Tari Kreasi Kakebyaran Ulantaga menghadirkan figur Sang Anantaboga, seekor Naga Agung yang kebal api. Dalam filosofi Hindu-Bali, sosok ini digambarkan sebagai penuntun sang Atma—roh manusia—menuju keabadian.
Garapan ini menjadi pembuka yang kuat sebelum puncak pertunjukan: Fragmentari Aji Dayu Prawa. Fragmentari ini mengisahkan perjalanan spiritual Dang Hyang Nirartha, tokoh penyebar agama Hindu di Bali.
Puncak estetika pertunjukan malam itu ada pada Fragmentari Aji Dayu Prawa. Secara emosional, garapan ini menggambarkan moksanya Ida Ayu Swabawa, putri Dang Hyang Nirartha. Air mata sang putri, dalam kisah itu, berubah menjadi tirta amerta—air suci kehidupan.
Kisah tersebut menjadi latar sejarah berdirinya Pura Luhur Pasatan di Jembrana. Dengan membawa cerita lokal ke panggung Ardha Candra, para seniman dari Bumi Makepung ini berhasil menghubungkan tradisi lisan dengan pertunjukan kontemporer.
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang hadir langsung menyaksikan pementasan memberikan apresiasi tinggi. Ia menyebut garapan para seniman matang dan energinya kuat.
"Penampilan malam ini luar biasa, garapannya matang dan energinya kuat. Pemerintah Kabupaten Jembrana berkomitmen penuh untuk selalu hadir mendukung tumbuh kembangnya seni budaya sebagai identitas daerah," ujar Bupati Kembang penuh bangga.
Pertunjukan malam itu juga disaksikan langsung oleh Gubernur Bali I Wayan Koster dan Walikota Denpasar Jaya Negara. Kehadiran para petinggi daerah menambah kemeriahan panggung terbuka yang dipadati ribuan penonton.
Bupati Kembang menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berada di baris depan mendukung para seniman lokal. Menurutnya, semangat dan dedikasi para seniman adalah kekuatan utama yang menjaga warisan budaya Bali tetap hidup.
"Pemerintah Kabupaten Jembrana akan selalu hadir memberikan dukungan terhadap tumbuh dan berkembangnya seni budaya sebagai identitas daerah. Semangat, dedikasi, dan kerja keras para seniman merupakan kekuatan utama yang menjaga warisan budaya Bali tetap hidup sekaligus mampu berkembang mengikuti dinamika zaman," pungkasnya.