Figma Akuisisi Tim di Balik Platform Vibe-Coding Bud, Sinyal Ekspansi ke Ranah AI dan Prototyping

Penulis: Xander Situmorang  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 03:31:31 WIB
Figma mengakuisisi tim di balik platform Bud dan Orchids sebagai bagian dari ekspansi ke ranah AI dan prototyping.

BALI — Figma terus menunjukkan ambisinya untuk bertransformasi dari sekadar aplikasi desain antarmuka menjadi platform pengembangan produk yang lebih utuh. Langkah terbaru diambil dengan mengakuisisi seluruh tim di balik Bud dan Orchids, dua produk yang lahir dari dapur startup yang sama. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh CEO Bud, Kevin Lu, melalui unggahan di platform X.

"Figma adalah salah satu perusahaan produk yang mendefinisikan zaman kita, bahkan mungkin yang paling utama, untuk memanfaatkan momen ini. Di sinilah ide-ide lahir, diiterasi, dan diwujudkan. Ini adalah rumah alami bagi era kerja baru yang menarik ini," tulis Lu.

Dari Aplikasi Instan ke Agen Otomatis

Perjalanan Bud dimulai dengan nama Orchids, sebuah platform yang memungkinkan pengguna membuat aplikasi untuk perangkat seluler, web, Slack, browser, dan lainnya hanya dengan menuliskan perintah dalam bahasa sehari-hari—konsep yang kini populer disebut vibe-coding. Belakangan, startup yang didanai Y Combinator ini melakukan rebranding menjadi Bud, mengubah fokusnya menjadi platform agen AI yang bisa mengakses berbagai layanan, menjelajahi web, dan menulis kode untuk mengotomatisasi tugas-tugas kompleks.

Namun, di balik inovasi tersebut, tersimpan catatan keamanan yang perlu diperhatikan. Awal tahun ini, BBC melaporkan temuan dari seorang peneliti keamanan bahwa aplikasi yang dibuat menggunakan platform Orchids rentan terhadap serangan siber. Meski demikian, detail lebih lanjut mengenai celah keamanan tersebut tidak diungkap secara gamblang oleh Figma maupun tim Bud.

Dampak Langsung: Layanan Dihentikan, Pengguna Harus Migrasi

Konsekuensi paling konkret dari akuisisi ini adalah penghentian total layanan Bud dan Orchids. Kedua platform akan resmi ditutup pada 18 Juli mendatang. Figma mewajibkan seluruh pengguna untuk memigrasikan proyek mereka dari kedua platform tersebut sebelum tenggat waktu yang ditentukan. Bagi pengguna yang telah mengandalkan alat ini untuk prototipe cepat atau otomatisasi, ini berarti harus segera mencari alternatif atau menyelesaikan proses migrasi dalam waktu dekat.

Apa yang Akan Dilakukan Figma dengan Tim Ini?

Figma belum merinci secara spesifik bagaimana tim Bud akan diintegrasikan ke dalam struktur perusahaan. Namun, jejak langkah yang telah diambil dalam beberapa bulan terakhir memberikan petunjuk yang cukup jelas. Sepanjang tahun lalu, Figma meluncurkan Figma Make, sebuah alat untuk membuat aplikasi web langsung dari dalam platform. Pada tahun ini, perusahaan yang berbasis di San Francisco itu juga mengintegrasikan alat bantu coding seperti Codex dan Claude Code, serta mulai merilis agen AI buatannya sendiri.

Semua gerakan ini mengindikasikan satu arah: Figma ingin memberi tim produk lebih dari sekadar kanvas untuk berdiskusi. Targetnya adalah menyediakan perangkat untuk benar-benar membangun dan memprototipe aplikasi secara fungsional, bukan hanya merancang konsep visual yang diam. Akuisisi tim Bud bisa menjadi katalis yang mempercepat visi tersebut, terutama dalam menghadirkan kemampuan coding dan otomatisasi yang lebih dalam ke dalam ekosistem Figma.

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top