DENPASAR — Rektor Unud Prof I Ketut Sudarsana memastikan seluruh program studi sarjana di kampusnya, termasuk Fakultas Kedokteran, terbuka bagi penerima SKSS. Ia menegaskan penempatan jurusan tidak menjadi penghalang; syarat utamanya tetap pada pemenuhan kriteria yang ditetapkan Pemprov Bali.
"Semua program studi memiliki kesempatan yang sama. Yang menjadi dasar bukan program studinya, melainkan apakah mahasiswa memenuhi kriteria penerima SKSS," ujarnya di Denpasar, Selasa (7/7/2026).
Ketatnya Verifikasi: Tahun Lalu Hanya 99 dari 200 Kuota Terisi
Meski kuota bertambah, Rektor mengingatkan bahwa seleksi akan berjalan ketat. Pada tahun lalu, dari 200 kuota yang diberikan, hanya 99 mahasiswa yang dinyatakan lolos setelah melalui proses verifikasi dan validasi akhir oleh Pemprov Bali.
"Tahun 2026 kuota yang diberikan kepada Universitas Udayana sebanyak 250 orang. Semoga bisa kami penuhi. Namun, kalau kriterianya tidak memenuhi, tentu tidak bisa dipaksakan," kata Sudarsana.
Proses seleksi dimulai dari pendaftaran mahasiswa dengan melampirkan data penghasilan orang tua dan asal daerah. Selanjutnya, Unit Beasiswa Unud melakukan verifikasi sebelum nama calon penerima dikirimkan ke Pemprov Bali untuk validasi akhir.
Skema Bantuan: UKT Rp 1 Juta Per Semester dan Biaya Hidup Rp 1,4 Juta Per Bulan
Penerima SKSS akan mendapatkan bantuan biaya pendaftaran, Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp 1 juta per semester selama delapan semester, serta biaya hidup Rp 1,4 juta per bulan bagi mahasiswa yang kuliah di Denpasar dan Badung. Total anggaran yang disiapkan Pemprov Bali untuk program ini mencapai sekitar Rp 41 miliar.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Bali I Ketut Wica menyebutkan, Pemprov Bali menyediakan total 2.500 kuota beasiswa SKSS untuk calon mahasiswa tahun ajaran 2026/2027 di seluruh perguruan tinggi di Bali.
Data Penerima 2025: FEB Mendominasi, Kedokteran Sembilan Mahasiswa
Berdasarkan data tahun lalu, penerima SKSS di Unud paling banyak berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebanyak 23 mahasiswa. Disusul Fakultas Teknik 18 mahasiswa, Fakultas Kedokteran sembilan mahasiswa, serta Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan Fakultas Hukum masing-masing delapan mahasiswa.
Rektor menilai program SKSS merupakan langkah strategis meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Bali. Ia berharap program ini berlanjut lintas periode pemerintahan.
"Program ini sangat baik. Harapan kami tidak berhenti dalam satu periode pemerintahan, tetapi terus berlanjut karena manfaatnya sangat besar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Bali," ujarnya.
Salah satu syarat utama penerima SKSS adalah berasal dari keluarga kurang mampu dan belum memiliki anggota keluarga yang bergelar sarjana. Rektor menambahkan, masih banyak mahasiswa layak yang belum dapat menerima karena ketentuan ini, misalnya jika dalam keluarganya sudah ada yang bergelar sarjana.