Brantas Abripaya Rampungkan Bendungan Sidan dan Keureuto, Pasok Air Irigasi 9.598 Hektare dan Redam Banjir 627 Hektare

Penulis: Vino Bastian  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:32:50 WIB
Presiden Prabowo meresmikan Bendungan Sidan di Bali sebagai sumber irigasi dan pengendali banjir.

BALI — Presiden Prabowo Subianto secara langsung meresmikan lima bendungan di lima provinsi dari Bendungan Meninting, Lombok Barat, Jumat siang. Empat lainnya diresmikan secara hibrida, termasuk Bendungan Sidan di Bali dan Bendungan Keureuto di Aceh yang keduanya dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero).

Dalam sambutannya, Presiden menekankan bahwa pembangunan bendungan adalah investasi jangka panjang, bukan sekadar proyek infrastruktur. "Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani sampai kepada petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara," tegasnya.

Dampak Langsung untuk Petani dan Warga

Bendungan Sidan setinggi 68 meter dengan kapasitas 5,76 juta m³ ini menyuplai air baku 1,75 m³ per detik. Selain mengairi hampir 10 ribu hektare sawit dan ladang, bendungan ini juga meredam banjir di area 108 hektare dan menghasilkan energi listrik 8,08 MW.

Sementara itu, Bendungan Keureuto di Aceh Utara menjadi tulang punggung irigasi dan pengendali banjir. Infrastruktur ini mereduksi banjir seluas 627 hektare dan menyediakan air baku 650 liter per detik untuk lima kecamatan: Paya Bakong, Tanah Luas, Pirak Timu, Matang Kuli, dan Lhoksukon. Bendungan ini juga berpotensi menghasilkan listrik dari PLTA 6,3 MW dan PLTS Apung 179 MW.

Komitmen Brantas Abipraya untuk Swasembada Pangan

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, menyebut peresmian ini adalah wujud kontribusi perusahaan mendukung Asta Cita pemerintah. "Infrastruktur bendungan tidak hanya menyediakan air bagi sektor pertanian, tetapi juga memberikan manfaat luas melalui penyediaan air baku, pengendalian banjir, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," ujarnya.

Dian menambahkan, Brantas Abipraya berkomitmen terus menghadirkan konstruksi berkualitas sebagai fondasi swasembada pangan. "Kami percaya pembangunan infrastruktur merupakan fondasi penting untuk mewujudkan Indonesia yang tangguh, berdaya saing, serta mampu mencapai swasembada pangan," tegasnya.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menambahkan bahwa bendungan bukan sekadar infrastruktur, melainkan fondasi kedaulatan bangsa. Dengan pengalaman lebih dari empat dekade, Brantas Abipraya telah mengerjakan berbagai proyek strategis nasional di bidang sumber daya air, jalan, jembatan, hingga pelabuhan.

Keberhasilan dua bendungan ini menegaskan posisi Brantas Abipraya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang kokoh secara konstruksi sekaligus berdampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top