BALI — Pabrikan StepRanger memperkenalkan kendaraan niaga mikro yang mereka sebut “micro-truck” — perpaduan antara gerobak bermotor dan flatbed truck mini. Dengan panjang total 165 cm saat pijakan belakang dilipat, StepRanger lebih pendek dari bak pickup standar. Foto promosi bahkan menunjukkan unit ini muat sempurna di bak Rivian R1T dengan tailgate terbuka.
Spesifikasi Mesin Listrik dan Kapasitas Angkut
StepRanger ditenagai motor listrik 48 volt yang memberikan kecepatan maksimum 24 km/jam. Baterai standar menjanjikan jarak tempuh 24-27 km per pengisian, cukup untuk operasi “seharian” menurut klaim pabrikan. Konsumen bisa menambah baterai kedua sebagai opsi dengan biaya tambahan USD 250.
Kapasitas muat maksimum mencapai 454 kg. Karena tidak memiliki kursi pengemudi, hampir seluruh area kendaraan seluas 150 cm x 79 cm bisa dimanfaatkan untuk kargo. Rel samping dapat dilipat untuk memudahkan bongkar muat barang berukuran besar.
Lebar Cuma 79 Cm, Bisa Masuk Lorong Sempit
Dengan lebar hanya 79 cm, StepRanger dirancang untuk menjangkau area yang tidak bisa dimasuki kendaraan biasa. Pabrikan menyebutnya seperti “tender untuk kapal besar” — kendaraan pendukung yang dibawa di bak pickup lalu diturunkan saat dibutuhkan. Cocok untuk akses antargedung, interior gudang, atau jalur setapak sempit.
Setelah dikeluarkan dari kemasan, pengguna hanya perlu mengisi daya baterai. Tidak ada perakitan tambahan yang diperlukan, klaim perusahaan.
Harga dan Opsi Tambahan
- Harga dasar: USD 2.700 (Rp 47,2 juta), ongkos kirim ke 48 negara bagian AS USD 250 (Rp 4,4 juta)
- Baterai ganda: tambahan USD 250 (Rp 4,4 juta)
- Ban salju/lumpur: upgrade USD 160 (Rp 2,8 juta) atau set velg terpisah USD 260 (Rp 4,6 juta)
- Rantai salju mini: USD 64,95 (Rp 1,1 juta)
StepRanger hadir dengan ban all-terrain standar. Pilihan ban salju/lumpur dan rantai salju menunjukkan kendaraan ini juga ditargetkan untuk penggunaan di medan berat atau musim dingin.
Fenomena Micro-Truck di Pasar Global
Kendaraan ukuran mini seperti StepRanger mulai mendapat perhatian di Amerika Serikat, bersamaan dengan tren kei truck asal Jepang dan Fiat Topolino dari Stellantis. StepRanger mengambil pendekatan lebih radikal: tanpa kabin, tanpa kursi, dan fokus penuh pada fungsi angkut. Desainnya mengingatkan pada ATV era awal, di mana inovasi dan ide-ide tidak biasa lebih diutamakan.
Untuk pasar Indonesia, kendaraan sejenis belum tersedia secara resmi. Namun, konsep micro-truck listrik seperti ini bisa menjadi alternatif menarik untuk operasi logistik skala kecil di kawasan industri atau perkebunan — jika regulasi lalu lintas mengizinkan.