Target 820 Ribu Turis India ke Bali pada 2026, Kemenpar Dorong Direct Flight dan Bebas Visa

Penulis: Yanto Prasetya  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:32:31 WIB
Kemenpar dorong penerbangan langsung dan bebas visa untuk tingkatkan kunjungan turis India ke Bali.

BALI — Angka itu hampir dua kali lipat dari capaian tahun 2023 yang mencatat sekitar 450 ribu kunjungan wisman India. Kemenpar menilai India sebagai pasar potensial dengan pertumbuhan kelas menengah yang pesat dan minat tinggi terhadap wisata budaya serta alam.

Insentif Landing Fee dan Rute Baru Jadi Kunci

Untuk mempercepat realisasi target, pemerintah menyiapkan skema insentif biaya pendaratan (landing fee) yang lebih kompetitif bagi maskapai yang membuka rute langsung ke Bandara I Gusti Ngurah Rai. Langkah ini diharapkan menekan harga tiket sehingga lebih terjangkau.

Selain insentif, Kemenpar juga mendorong negosiasi bilateral untuk memperluas kebijakan bebas visa kunjungan (BVK) bagi warga India. Saat ini, India belum masuk dalam daftar negara penerima fasilitas bebas visa ke Indonesia.

Mengapa India Jadi Prioritas?

India menempati peringkat kelima sebagai negara penyumbang wisman terbanyak ke Indonesia pada 2023. Namun, angka itu dinilai masih jauh dari potensi mengingat populasi India mencapai 1,4 miliar jiwa dan jumlah warganya yang bepergian ke luar negeri terus meningkat setiap tahun.

Kemenpar mencatat rata-rata belanja turis India di Indonesia mencapai 1.200 dolar AS per kunjungan, dengan lama tinggal rata-rata 8-10 hari. Sektor yang paling diuntungkan adalah akomodasi, kuliner, dan wisata budaya.

Apa Hambatan Selama Ini?

Salah satu kendala utama adalah belum adanya penerbangan langsung dari kota-kota besar India seperti Mumbai, Delhi, atau Bengaluru ke Bali. Sebagian besar turis India harus transit di Kuala Lumpur, Singapura, atau Bangkok, yang menambah waktu tempuh hingga 6-8 jam.

Selain itu, proses pengurusan visa di Indonesia masih dianggap lebih rumit dibandingkan Thailand atau Malaysia yang sudah memberikan bebas visa bagi pemegang paspor India. Hal ini membuat Bali kalah bersaing sebagai destinasi utama.

Target 2026: 820 Ribu Kunjungan

Dengan kombinasi direct flight, insentif maskapai, dan relaksasi visa, Kemenpar optimistis angka kunjungan bisa tembus 820 ribu pada 2026. Angka tersebut setara dengan sekitar 12 persen dari total target wisman nasional yang sebesar 7 juta kunjungan di tahun yang sama.

Pemerintah juga akan menggandeng agen perjalanan dan platform digital di India untuk mempromosikan paket wisata khusus, termasuk pernikahan, yoga, dan retreat spiritual yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan India.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: radarbali.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top