SINGARAJA — Dominasi tenis meja Buleleng di panggung Porprov Bali selama tiga edisi beruntun kini memasuki fase kritis. Bukan sekadar mempertahankan gelar, kepengurusan PTMSI Buleleng periode 2026-2030 dituntut menyiapkan kader baru sebelum menjadi tuan rumah pada 2027.
Ketua Umum PTMSI Buleleng terpilih Made Lestariana, yang kembali menjabat untuk ketiga kalinya, menyebut capaian tiga gelar juara umum menjadi modal sekaligus beban. "Kami memiliki tanggung jawab untuk menjaga prestasi yang sudah diraih. Kalau memungkinkan tentu harus lebih baik lagi pada masa mendatang," ujarnya usai dikukuhkan oleh Sekretaris Umum PTMSI Bali Nyoman Wirajaya.
Lestariana mengakui sebagian atet yang selama ini menjadi andalan Buleleng sudah memasuki usia senior. Kondisi itu membuat proses regenerasi menjadi pekerjaan mendesak, apalagi Porprov Bali 2027 hanya berjarak sekitar satu tahun.
Untuk menjawab tantangan itu, PTMSI Buleleng membentuk dua bidang baru: Bidang Prestasi yang fokus pada pengembangan sport intelligence, serta Bidang Pembibitan, Pembinaan dan Pemanduan Bakat. "Kami ingin pembinaan berjalan berjenjang. Atlet pemula, kadet dan junior harus mulai disiapkan dari sekarang agar nantinya mampu menggantikan atlet senior," jelas Lestariana.
Ketua KONI Buleleng Gede Supriatna mengapresiasi konsistensi prestasi PTMSI yang disebutnya sebagai salah satu cabang olahraga unggulan daerah. Pihaknya telah merancang perbaikan venue tenis meja agar lebih representatif untuk menggelar pertandingan Porprov.
"Kami berharap sinergi antara PTMSI dan KONI Buleleng terus berjalan dengan baik, sehingga target prestasi pada Porprov Bali 2027 dapat tercapai," kata Supriatna.
Sekretaris Umum PTMSI Bali Nyoman Wirajaya mengingatkan bahwa satu tahun menjelang Porprov adalah periode krusial. Ia meminta pengurus baru menjaga soliditas organisasi dan tata kelola yang sehat sebagai fondasi pembinaan.
"Soliditas dan kekompakan pengurus menjadi modal utama organisasi. Pembinaan atlet harus semakin serius agar tenis meja dapat mendukung sukses prestasi Buleleng sebagai tuan rumah Porprov," tegas Wirajaya yang juga putra asli Buleleng.
Lestariana menambahkan, selain pembinaan atlet, kesiapan sarana dan prasarana juga menjadi perhatian utama. Sebagai tuan rumah, Buleleng harus memastikan venue pertandingan memenuhi standar, baik demi kelancaran penyelenggaraan maupun untuk mendongkrak prestasi atlet tuan rumah.