KAI Integrasikan Stasiun Karet dan BNI City per 28 September, 9,9 Juta Penumpang Terdampak

Penulis: Vino Bastian  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 09:49:01 WIB
Integrasi Stasiun Karet dan BNI City mulai berlaku pada 28 September 2026.

BALI — Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, integrasi ini bukan sekadar menggabungkan dua stasiun. "Kami ingin menyelesaikan persoalan ini dengan pendekatan yang solutif. Pelanggan membutuhkan akses yang mudah, masyarakat sekitar butuh kepastian ruang, dan operasi kereta api butuh alur yang aman," ujarnya di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Stasiun Karet Jadi Lorong, BNI City Jadi Pusat

Dalam skema baru ini, area Stasiun Karet akan dialihfungsikan menjadi concourse atau ruang penghubung menuju Stasiun BNI City. Aktivitas gate-in dan gate-out penumpang dipusatkan di BNI City. KAI juga menyiapkan travelator berpendingin udara agar perpindahan penumpang lebih nyaman dan terlindung dari cuaca.

Bobby menekankan, penataan dilakukan secara bertahap karena Stasiun Karet sudah menjadi bagian dari aktivitas harian banyak orang. "Kawasan itu hidup bersama aktivitas masyarakat, mulai dari pejalan kaki, pengantar, ojek pangkalan, ojek daring, hingga pelaku usaha. Penataannya harus dilakukan dengan baik dan tetap mendengar masukan," jelasnya.

9,9 Juta Penumpang dalam Enam Bulan

Data KAI menunjukkan, kawasan Karet dan BNI City merupakan salah satu titik layanan tersibuk. Sepanjang Januari–Juni 2026, Stasiun Karet mencatat 7.257.442 aktivitas gate in dan gate out, sementara Stasiun BNI City (Sudirman Baru) mencatat 2.688.254 aktivitas. Totalnya mencapai 9.945.696 pergerakan penumpang.

Peran BNI City juga semakin strategis karena menjadi titik layanan Commuter Line Basoetta. Pada semester I 2026, Commuter Line Basoetta melayani 1.197.413 pelanggan, naik 12,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 1.062.415 pelanggan.

Koordinasi dengan Pemda dan Masa Transisi

KAI akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk menata akses pejalan kaki, area antar-jemput, serta pergerakan ojek dan kegiatan masyarakat di sekitar Stasiun Karet. Masa transisi akan disiapkan dengan petunjuk arah yang jelas, petugas layanan, dan sosialisasi agar perubahan pola perjalanan bisa dipahami penumpang.

Bobby menambahkan, integrasi ini merupakan bagian dari pembenahan layanan transportasi publik di pusat Jakarta. Dengan fasilitas penghubung yang lebih nyaman, penumpang bisa berpindah melalui jalur yang tertata, aman, dan terlindung dari cuaca—jauh lebih baik dibandingkan kondisi saat ini yang masih campur aduk dengan aktivitas jalan raya.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top