Klungkung Jadi Locus Studi Kepemimpinan Bali, Bupati Satria Pamerkan Mesin Pirolisis Ramah Lingkungan hingga e-Ticketing OGOD

Penulis: Vino Bastian  •  Kamis, 23 Juli 2026 | 15:07:41 WIB
Bupati Klungkung I Made Satria memaparkan inovasi mesin pirolisis ramah lingkungan dan sistem e-Ticketing OGOD kepada peserta PKA Angkatan II Provinsi Bali di Ruang Rapat Praja Mandala, Rabu (22/7/2026).

KLUNGKUNG — Sebanyak puluhan peserta PKA Angkatan II Provinsi Bali menjadikan Klungkung sebagai laboratorium lapangan untuk mempelajari tata kelola pemerintahan berbasis inovasi, Rabu (22/7/2026). Bupati I Made Satria menerima langsung rombongan di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung.

Dalam paparannya, Bupati Satria menyebut kunjungan ini merupakan momentum berbagai pengalaman dan capaian pembangunan yang telah diraih Klungkung. “Kunjungan ini merupakan suatu kehormatan dan kesempatan yang sangat berharga bagi kami untuk dapat berbagi pengalaman, capaian prestasi, serta berbagai inovasi yang telah dikembangkan dalam upaya memajukan Kabupaten Klungkung,” ujarnya.

Salah satu indikator yang disorot adalah tren positif Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Klungkung yang naik dari 72,98 pada 2021 menjadi 75,89 pada 2025.

Dua Inovasi Unggulan: OGOD dan Pirolisis Sampah

Studi lapangan kali ini memfokuskan pembelajaran pada dua organisasi perangkat daerah (OPD) strategis, yaitu Dinas Pariwisata serta Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP). Bupati Satria membedah dua program yang menjadi motor penggerak daerah.

Pertama, inovasi OGOD (One Gate One Destination) yang diterapkan di kawasan Kepulauan Nusa Penida. Sistem tata kelola destinasi wisata terpadu satu pintu ini mencakup DTW Kelingking, Broken Beach, Angel’s Billabong/Devil’s Tears, hingga Crystal Bay. Tujuannya menciptakan pengelolaan pariwisata yang tertib, transparan, dan akuntabel, sekaligus memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kedua, TOSS Center Karangdadi Kusamba yang kini dilengkapi mesin pirolisis ramah lingkungan bantuan dari Kepulauan Cook. Teknologi ini mampu mengolah sampah tanpa asap—hanya mengeluarkan emisi uap air. Kapasitas pengolahan diproyeksikan mencapai 168 ton per hari, dengan target kumulatif hingga 400 ton per hari. Ke depan, kawasan ini akan bertransformasi menjadi eduwisata lingkungan.

Raih Deretan Penghargaan Nasional

Konsistensi inovasi yang dijalankan Klungkung berbuah sejumlah penghargaan bergengsi tingkat nasional. Di antaranya predikat Kabupaten Sangat Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) 2024, Implementasi RB Tematik Terbaik 2024, serta Peringkat Pertama Nasional Kinerja Surveilans AFP dan Discarded Campak Rubella 2025.

Terbaru, Klungkung meraih National Governance Awards (NGA) 2026 atas keberhasilan menekan angka stunting secara impresif dari 5,2 persen pada 2024 menjadi 3,15 persen pada Maret 2026. Bupati Satria berharap pembelajaran dari Klungkung dapat menginspirasi peserta PKA untuk diterapkan di instansi masing-masing. (Sta-Kab)

Reporter: Vino Bastian
Sumber: kabarbali.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top