Bupati Buleleng Resmi Tuntaskan Ritual Sakral di Titik Nol Singaraja, Kawasan Ikonik Kini Milik Masyarakat

Penulis: Vino Bastian  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 16:15:01 WIB
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra memimpin puncak upacara Karya Mamungkah, Melaspas, Ngenteg Linggih, dan Mapedudusan Agung di kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Rabu.

BULELENG — Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menegaskan bahwa kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, yang sebelumnya dikenal sebagai titik nol Kota Singaraja, sepenuhnya milik masyarakat dan bukan milik pribadi pejabat. Pernyataan itu disampaikan saat puncak upacara Karya Mamungkah, Melaspas, Ngenteg Linggih, dan Mapedudusan Agung di kawasan tersebut, Rabu. Ritual sakral ini digelar untuk memohon keselamatan dan keharmonisan agar ikon baru Kabupaten Buleleng itu senantiasa metaksu atau memiliki energi spiritual yang baik.

Milik Bersama, Bukan Milik Pejabat

"Praja Mandala Singa Ambara Raja ini milik masyarakat Buleleng, milik kita semua. Bukan milik saya ataupun milik Pak Wakil Bupati. Mari kita jaga bersama agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat," kata Sutjidra di hadapan ratusan undangan.

Puncak karya dihadiri Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, serta tokoh agama dan adat. Prosesi yadnya dipuput oleh empat Ida Pandita Mpu Nabe dan Ida Rsi, menandakan tingginya nilai spiritual dalam ritual tersebut.

Ritual Sakral untuk Energi Positif

Menurut Sutjidra, kawasan ikonik di pusat Kota Singaraja itu diharapkan memiliki nilai spiritual sekaligus menjadi ruang publik yang memberi manfaat bagi masyarakat. Melalui upacara secara sekala dan niskala, pemerintah memohon kerahayuan serta keharmonisan agar kawasan tersebut senantiasa metaksu.

Pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersihan, ketertiban, keamanan, dan kenyamanan kawasan sebagai ikon baru Kabupaten Buleleng. "Mari kita rawat bersama agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat," ujarnya.

Pelabuhan Buleleng Akan Dikembangkan Kembali

Pada kesempatan itu, Sutjidra juga mengungkapkan rencana mengembangkan kembali Pelabuhan Buleleng sebagai bagian dari upaya mengembalikan kejayaan Kota Singaraja. Menurut dia, pelabuhan tersebut memiliki nilai sejarah penting karena pernah menjadi pintu masuk perdagangan sekaligus mendukung peran Buleleng sebagai pusat pendidikan, pemerintahan, dan kebudayaan di Bali.

"Pengembangan kawasan Pelabuhan Buleleng diharapkan dapat memperkuat identitas sejarah sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Buleleng," pungkas Sutjidra.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: bali.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top