BALI — Teknologi RGB mini-LED yang diperkenalkan Hisense pada 2025 kini mulai diadopsi oleh merek-merek besar seperti TCL, Samsung, LG, dan Sony. Teknologi ini disebut-sebut sebagai 'OLED killer' karena menawarkan kecerahan lebih tinggi, warna lebih berani, dan klaim hitam yang setara OLED. Salah satu TV anyar yang masuk lab pengujian adalah Sony Bravia 7 II, model yang diposisikan di bawah flagship Bravia 9 II dengan harga yang cukup seimbang dengan OLED kelas menengah.
Dalam pengujian menggunakan film The Super Mario Galaxy Movie, LG C6 menampilkan warna Lumas yang lebih kaya dan dalam. Sementara Bravia 7 II menyajikan warna lebih terang, terutama pada pantulan api di rambut Rosalina. Warna merah pada topi Mario juga lebih mencolok di C6.
Namun, Bravia 7 II unggul dalam reproduksi warna kuning dan emas yang lebih hidup. Pada adegan gurun pasir, tone warna Bravia 7 II yang lebih hangat terasa lebih natural, sedangkan C6 cenderung terlalu merah. Hasil serupa terlihat saat memutar Speed Racer, di mana C6 menghadirkan warna merah gaun Trixie yang lebih tajam, tapi Bravia 7 II menampilkan hijau rumput yang lebih cerah.
Film The Batman jadi ujian berat karena pencahayaan rendah yang kerap membuat warna gelap tidak akurat. LG C6 menunjukkan keunggulan berkat kemampuan peredupan pikselnya, menghasilkan hitam yang lebih pekat dan kontras dinamis yang lebih tinggi. Ini terlihat jelas di adegan gua kelelawar dan pertarungan di kereta bawah tanah.
Meski begitu, Sony Bravia 7 II mencatat kontrol lampu latar yang solid, lebih baik dari TV mini-LED standar yang pernah diuji. Detail seperti tekstur baju Batman lebih terbaca berkat kecerahan yang sedikit lebih tinggi. Namun, pada adegan gelap, Bravia 7 II masih menunjukkan sedikit efek 'cloud' dan blooming, terutama saat teks putih muncul di latar hitam. Sudut pandang Bravia 7 II juga terbilang baik tanpa blooming berlebihan saat dilihat dari samping.
Hasil pengukuran menunjukkan kejutan. Dalam mode Filmmaker, LG C6 mencatat puncak kecerahan HDR 1.427 nits pada jendela 10%, lebih tinggi dari Sony Bravia 7 II yang mencapai 1.218 nits. Namun, pada kecerahan layar penuh (jendela 100%), Bravia 7 II jauh di atas dengan 957 nits, sementara C6 hanya 247 nits.
Perbedaan ini langsung terlihat pada adegan salju atau pemandangan siang hari yang didominasi warna putih. Bravia 7 II memberikan pencahayaan lebih realistis dan terang secara keseluruhan. Sebaliknya, pada film Lawrence of Arabia, keduanya tampil lebih berimbang, dengan C6 sedikit lebih unggul dalam 'pop' pada warna pasir.
Untuk menonton di ruangan terang, Bravia 7 II lebih unggul berkat layar yang tidak terlalu reflektif. Namun, layar C6 yang lebih mengilap membuat pantulan lebih terlihat jelas pada film gelap.
Saat ini, LG C6 55 inci dibanderol $1.499 (sekitar Rp 24,7 juta), sedikit lebih murah dari Sony Bravia 7 II 55 inci yang dijual $1.799 (sekitar Rp 29,7 juta). LG juga dikenal lebih agresif dalam memberikan diskon, yang bisa memperlebar jarak harga.
LG C6 masih menjadi rekomendasi utama berkat tampilan yang lebih tajam, warna lebih berani, dan kontras lebih dinamis. Namun, Sony Bravia 7 II menunjukkan perlawanan sengit, terutama dalam kecerahan layar penuh dan kontrol lampu latar. Jika RGB TV terus berkembang seperti ini, OLED memang harus waspada.