UBUD — Bambu Indah, resor yang dikenal dengan rumah bambu dan koleksi rumah jati kuno Jawa, kini melebarkan sayap ke industri pernikahan. Melalui showcase perdana "Enchanted Forest, Whisper of Love", resor di lembah Sayan ini memperkenalkan empat area upacara dengan karakter berbeda, mulai dari intimate ceremony di tree house hingga resepsi untuk 100 tamu di area menyerupai pulau pribadi.
Gelaran ini bukan sekadar pameran venue. Bambu Indah menggandeng enam nama besar industri kreatif Indonesia untuk menghadirkan pengalaman yang mereka sebut sebagai "kemewahan mendalam" — pendekatan yang mengedepankan autentisitas, kreativitas, dan koneksi bermakna, bukan sekadar ornamen mewah.
John Hardy mempersembahkan koleksi perhiasan handmade yang merefleksikan warisan craftsmanship Bali. Sementara itu, couturier Hian Tjen menampilkan kreasi bridal elegan yang melengkapi suasana alami Ubud.
Dada Island merangkai instalasi bunga yang terinspirasi dari alam sekitar, dan Surya Tan Makeup memberi sentuhan artistik pada tampilan pengantin. Pertunjukan tari Bali kontemporer dari Kita Poleng memperkaya rangkaian acara, sedangkan Axioo mengabadikan keseluruhan showcase melalui fotografi dan videografi.
Bagi pasangan yang menginginkan upacara sangat privat, Tree House menjadi pilihan ikonik. Venue ini hanya menampung 12 tamu dan direkomendasikan untuk intimate ceremony maupun elopement. BBC Culture bahkan pernah mengakuinya sebagai salah satu tree house paling spektakuler di dunia, dengan pemandangan langsung ke arah Sayan Valley.
Untuk perayaan dengan undangan hingga 50 orang, Sunset Pool Area menyuguhkan ruang terbuka dengan panggung terapung. Area ini menghadap ke lembah dan ideal untuk prosesi saat matahari terbenam, pertunjukan, atau acara malam.
Yoga Shala menawarkan pengalaman berbeda: para tamu memasuki pavilion melalui gua alami sebelum tiba di ruang terbuka yang dikelilingi hutan dan menghadap aliran sungai. Kapasitasnya mencapai 80 tamu. Sementara untuk skala terbesar, The Island dapat menampung hingga 100 tamu dengan suasana private island yang tersembunyi di tengah alam.
Bambu Indah tidak hanya menjual venue. Resor dengan 24 akomodasi unik ini mendorong pasangan dan tamu untuk memperpanjang perayaan menjadi pengalaman menginap yang utuh. Koleksi akomodasi mencakup rumah bambu handcrafted serta Javanese bridal teak houses yang memiliki nilai sejarah dan karakter tersendiri.
Selama menginap, tamu dapat mengakses fasilitas kesehatan yang berada di tengah hutan: natural spring-fed pool, firewood sauna, cold plunge, copper hot bath, crystal pool, hingga meditation cave untuk refleksi dan ketenangan.
Pengalaman kuliner juga menjadi bagian dari narasi. Konsep farm-to-table dining memungkinkan tamu menikmati hidangan dengan bahan segar dari area sekitar. Aktivitas seperti menanam padi, mengenal area pertanian, hingga pengalaman unik cow bathing membuka kesempatan bagi tamu untuk memahami hubungan manusia, tanah, dan komunitas di Bali.
"Di Bambu Indah, kami percaya bahwa sebuah pernikahan harus menjadi lebih dari sekadar perayaan yang Indah, tetapi sebuah pengalaman bermakna yang menjadi bagian dari perjalanan hidup pasangan," ujar Citra Suriah, Corporate Director of Marketing, Bambu Indah, Green Village Bali & The Kul Kul Farm.
Showcase ini menjadi langkah awal bagi Bambu Indah untuk memantapkan posisi sebagai salah satu destination wedding venue paling khas di Bali. Setelah acara ini, tim wedding Bambu Indah akan bekerja sama dengan pasangan dan wedding planner untuk merancang perayaan sesuai gaya, jumlah tamu, dan mimpi masing-masing — mulai dari intimate forest ceremony hingga sunset reception dan destination wedding berskala besar.