DENPASAR — Kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kebakaran yang menghanguskan sebuah gerai di lantai dua terminal internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Peristiwa yang terjadi Kamis malam itu menimbulkan kerugian sementara hingga Rp 10 juta dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Juru bicara kepolisian setempat, Inspektur Satu I Gede Suka Artana, menyatakan tim investigasi tengah mengumpulkan keterangan dan barang bukti dari lokasi kejadian. "Saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan informasi terkait kebakaran tersebut," ujarnya di Denpasar, Sabtu.
Berdasarkan pendataan awal, api pertama kali muncul dari mesin pemanggang daging yang sedang dioperasikan seorang karyawan. Mesin tersebut dilaporkan mengalami fluktuasi suhu tidak normal sebelum akhirnya api membesar dan merambat ke saluran pembuangan udara (exhaust).
Saksi mata menyebut karyawan yang bertugas sempat mematikan kompor dan panel exhaust, lalu berupaya memadamkan api dengan alat pemadam api ringan (APAR). Meski api di bagian pemanggang berhasil dipadamkan, bara api di dalam saluran exhaust tidak terjangkau sehingga petugas memutuskan membongkar sebagian plafon untuk mempermudah proses pemadaman.
Petugas Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) yang tiba di lokasi kemudian melakukan operasi pemadaman lanjutan. Sistem sprinkler otomatis di terminal ikut aktif dan berperan mencegah api menyebar ke area lain. Proses pendinginan dan pembuangan asap menggunakan blower rampung dilakukan setelah api dinyatakan padam total.
Selama proses penanganan, personel kepolisian bandara dan instansi terkait mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi. Sejumlah barang bukti diamankan dan beberapa saksi telah dimintai keterangan untuk mendalami penyebab pasti kebakaran.
Insiden ini tidak mengakibatkan korban luka maupun jiwa. Meski kerugian material untuk sementara diperkirakan mencapai Rp 10 juta atau setara dengan sekitar 610 dolar AS, angka tersebut masih dapat berubah seiring dengan proses investigasi yang berjalan.
Pihak berwenang terus memeriksa barang bukti dan keterangan saksi guna memastikan penyebab pasti kebakaran di gerai terminal internasional tersebut.