BALI — Banjarbaru – Program ketahanan pangan di Kalimantan Selatan mendapat suntikan pasokan baru. Sebanyak 12,6 ton jagung pipil kering hasil pembinaan Polres Banjarbaru resmi diterima Bulog Kanwil Kalsel, Rabu (29/7/2026). Angka ini setara dengan 12.600 kilogram komoditas yang siap masuk rantai distribusi pangan nasional.
Kualitas jagung yang diserap bukan kaleng-kaleng. Dengan kadar air rata-rata 14 persen, hasil panen ini telah melewati ambang batas kualitas yang dipersyaratkan Bulog untuk proses penyerapan. Artinya, jagung tersebut layak simpan dan tidak mudah rusak selama berada di gudang.
Pengiriman ini bukan sekadar seremonial. Di balik 12,6 ton jagung tersebut, ada proses panjang pembinaan yang melibatkan jajaran Polres Banjarbaru bersama kelompok tani binaan. Pendampingan dilakukan mulai dari pengolahan lahan, masa tanam, perawatan, hingga proses panen.
Hasilnya, produktivitas pertanian di wilayah binaan meningkat dan petani mendapatkan kepastian pasar. Penyerapan oleh Bulog memberikan jaminan harga yang lebih baik dibandingkan menjual ke tengkulak, sehingga pendapatan petani berpotensi naik secara signifikan.
Bagi petani binaan, skema ini mengubah posisi tawar mereka. Alih-alih bergantung pada fluktuasi harga pasar yang tidak menentu, petani kini memiliki pembeli tetap dengan standar harga yang transparan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah menjaga stabilitas harga pangan di tingkat petani.
Dari sisi ketahanan pangan, masuknya 12,6 ton jagung ke gudang Bulog menambah stok cadangan pangan di Kalimantan Selatan. Jagung sendiri merupakan komoditas strategis yang digunakan tidak hanya untuk konsumsi manusia, tetapi juga bahan baku pakan ternak.
Komitmen Polres Banjarbaru tidak berhenti di sini. Pendampingan kepada kelompok tani akan terus dilanjutkan dengan target peningkatan produksi pada musim tanam berikutnya. Langkah ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.
Keberhasilan pengiriman perdana ini menjadi model kolaborasi yang bisa direplikasi di wilayah lain. Ketika aparat keamanan terlibat aktif dalam pendampingan pertanian, dampaknya langsung terasa pada ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di tingkat akar rumput.