DENPASAR — Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar meminta masyarakat pesisir tidak mengabaikan peringatan dini gelombang tinggi yang diprediksi terjadi dalam sepekan ke depan. Puncak potensi gelombang dengan ketinggian mencapai 3 meter atau masuk kategori tinggi (rough sea) diperkirakan terjadi pada Jumat dan Sabtu, 7-8 Agustus 2026.
Prakirawan Cuaca BBMKG Wilayah III Denpasar, Diana Hikmah, menyampaikan bahwa data pemodelan gelombang terbaru menunjukkan wilayah yang paling berisiko adalah perairan selatan Bali. "Data ini masih dapat berubah ke depannya mengikuti perkembangan dinamika atmosfer terbaru," ujarnya, Senin (3/8/2026).
Berdasarkan data pemodelan, titik-titik yang perlu diwaspadai meliputi:
Ketiga lokasi tersebut diprediksi mengalami kenaikan signifikan tinggi gelombang laut pada 7-8 Agustus mendatang. Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di Perairan Utara Bali dan Selat Lombok bagian utara yang potensi tinggi gelombangnya diperkirakan hanya mencapai 1,25 meter.
Dalam rentang waktu yang sama, angin diprediksi bertiup dari arah Timur-Tenggara dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 35 kilometer per jam. Kondisi cuaca umumnya diperkirakan cerah hingga berawan, dengan peluang hujan ringan yang tidak merata di wilayah Bali bagian timur.
Sebelumnya, dalam prospek cuaca mingguan yang ditandatangani Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, periode 3-6 Agustus 2026 diprakirakan didominasi kondisi cerah hingga berawan. Potensi hujan ringan hingga sedang secara tidak merata berpeluang terjadi di bagian tengah, timur, dan barat Bali.
Untuk periode awal pekan ini, tinggi gelombang di Perairan Utara Bali dan Selat Lombok bagian utara diperkirakan berkisar 0,5 hingga 2,0 meter. Adapun di Selat Badung, Selat Bali bagian selatan, Selat Lombok bagian selatan, serta Perairan Selatan Bali, kisarannya mencapai 0,75 hingga 4,0 meter.
BBMKG mengimbau nelayan tradisional yang menggunakan kapal berukuran kecil untuk mempertimbangkan kembali jadwal melaut, khususnya pada puncak potensi gelombang tinggi. Pelaku wisata bahari yang melayani penyebrangan atau kegiatan di laut selatan juga diminta memantau perkembangan informasi cuaca dari kanal resmi BBMKG sebelum beroperasi.