Kalender Bali 4 Agustus 2026: Hari Anggara Pon Merakih, Ini Pantangan Membuat Sumur dan 5 Dewasa Lainnya

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:05:01 WIB
Warga Hindu Bali melaksanakan persembahyangan di pura, menyesuaikan aktivitas dengan ala ayuning dewasa pada Anggara Pon Merakih, Selasa (4/8/2026).

DENPASAR — Perhitungan ala ayuning dewasa dalam Kalender Bali memegang peranan penting bagi masyarakat Hindu setempat dalam menentukan momentum pelaksanaan upacara adat hingga aktivitas sehari-hari. Pada Selasa (4/8/2026), yang merupakan Anggara Pon Merakih, terdapat enam dewasa dengan karakteristik baik dan buruk yang perlu dipahami sebelum beraktivitas.

Informasi ini merujuk pada penanggalan yang dirangkum dari kalenderbali.org. Masing-masing dewasa memiliki tingkat kehati-hatian atau "alahing dewasa" yang berbeda, mulai dari skala 2 hingga 4, sebagai panduan untuk memitigasi risiko.

Pantangan Membuat Sumur dan Memulai Pekerjaan Besar

Dua pantangan utama menonjol pada hari ini. Pertama, dewasa Banyu Urug secara spesifik menyebutkan ketidakbaikan untuk membuat sumur, meskipun sebaliknya justru baik untuk mendirikan bendungan. Kedua, dewasa Kala Dangastra melarang memulai pekerjaan penting serta menggelar upacara (gawe ayu) pada hari tersebut.

Meski ada larangan, Kala Dangastra juga memiliki sisi baik, yakni dipercaya cocok untuk membangun tembok pekarangan dan membuat alat-alat penangkap ikan. Sementara itu, dewasa Pepedan memberikan rekomendasi untuk membuka lahan pertanian baru, namun tidak dianjurkan untuk membuat peralatan dari besi.

Momen Tepat untuk Belajar dan Ritual Kematian

Bagi para pelajar atau siapa pun yang ingin menimba ilmu, dewasa Dirgahayu menjadi kabar baik. Hari ini dinilai baik untuk memulai belajar dengan tingkat alahing dewasa 4, yang berarti memiliki energi positif yang kuat untuk menyerap pengetahuan.

Sebaliknya, bagi keluarga yang berencana menggelar upacara pembakaran mayat atau atiwa-tiwa, sebaiknya menunda. Dewasa Gagak Anungsang Pati secara tegas menyatakan hari tidak baik untuk melaksanakan upacara tersebut, dengan tingkat alahing dewasa 2.

Pararasan, Pancasuda, dan Wewaran Pelengkap

Selain ala ayuning dewasa, perhitungan Kalender Bali juga mencakup aspek lain yang melengkapi karakter hari. Untuk Anggara Pon Merakih, pararasan jatuh pada Laku Pandita Sakti, sementara pancasuda berada di bawah naungan Satria Wibawa.

Ekajalaresi hari ini adalah Buat Astawa dengan pratiti Nama Rupa. Keseluruhan elemen ini kerap digunakan oleh para sulinggih atau pandita untuk memberikan pertimbangan lebih holistik sebelum memutuskan hari baik, tidak hanya terbatas pada daftar dewasa utama.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top