BALI — Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dengan Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan. Suahasil bukan nama baru di Kementerian Keuangan. Ia sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan di Kabinet Merah Putih sejak dilantik 21 Oktober 2024.
Karier Suahasil di lingkungan Kementerian Keuangan terbangun lebih dari satu dekade. Ia pernah ditugaskan sebagai anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal (2009–2011) dan Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah (2009–2015).
Sejumlah posisi lain juga pernah diembannya, mulai dari Koordinator Pokja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (2010–2015) hingga anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional (2013–2014). Titik penting kariernya terjadi pada 31 Oktober 2016 ketika dipercaya sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal secara definitif.
Pada 25 Oktober 2019, Suahasil masuk kabinet sebagai Wakil Menteri Keuangan mendampingi Menteri Keuangan dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan fiskal nasional. Pengalaman itu yang dinilai menjadi modal utama memimpin Kementerian Keuangan dengan 77.000 pegawai di seluruh Indonesia.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan ucapan selamat melalui keterangan tertulis Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden, Senin (14/9/2026). Menurut Gibran, pengalaman Suahasil sebagai Wakil Menteri memperkuat kapasitasnya mengelola fiskal negara.
"Dengan pengalaman dan kompetensi beliau, saya percaya Bapak Suahasil merupakan figur yang tepat untuk mengelola APBN agar lebih sehat dan kredibel, melakukan perbaikan tata kelola keuangan negara, memperkuat fiskal pusat dan daerah, serta memperkuat sistem keuangan dalam mencegah korupsi dan inefisiensi penggunaan keuangan negara," ujar Gibran.
Suahasil meminta pelaku pasar tidak membaca pelantikannya sebagai pergeseran arah kebijakan fiskal. Ia menegaskan posisinya sebagai penerus agenda yang sudah berjalan di Kementerian Keuangan.
"Tentu nanti kita lihat ya, tapi kan pasar punya logikanya sendiri, silakan saja, tapi menurut saya ini bukan perubahan. Ini adalah kelanjutan aja, bukan perubahan, kelanjutan, dan teman-teman juga tahu saya selama ini di dalam Kementerian Keuangan," tegas Suahasil usai dilantik.
Ia menyebut prioritas utamanya adalah menjalankan APBN yang kredibel, dengan komunikasi publik yang dapat dipercaya, serta memastikan belanja negara mendukung program prioritas pemerintah. Arahan khusus dari Prabowo, kata dia, adalah menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara.
Soal batas defisit anggaran, Suahasil memberi pernyataan tegas. "Defisit akan tetap di bawah 3%," ujarnya, Senin (14/9/2026). Komitmen ini penting bagi investor obligasi dan pelaku pasar keuangan yang memantau disiplin fiskal sebagai sinyal utama stabilitas makro.
Selain menjaga defisit, Suahasil menyatakan akan memperkuat Kementerian Keuangan sebagai institusi negara yang besar. Fokusnya mencakup perbaikan tata kelola, penguatan fiskal pusat dan daerah, serta pencegahan korupsi dan inefisiensi dalam penggunaan anggaran negara.
Bagi pelaku usaha, arah kebijakan yang menekankan kelanjutan berarti ruang fiskal untuk program prioritas pemerintah tetap terbuka. Namun perhatian pasar akan tertuju pada bagaimana komitmen defisit di bawah 3% dijaga di tengah kebutuhan belanja negara yang besar. Investasi mengandung risiko.