Belajar dari Porsche Masuk Selokan di Tol Depok: Bahaya Aquaplaning

Penulis: Yanto Prasetya  •  Minggu, 20 September 2026 | 15:33:31 WIB

BALI — Sebuah Porsche terperosok ke saluran air di Tol Desari Km 4.200 B, Depok, Sabtu (19/9/2026) pukul 18.45 WIB, setelah pengemudi diduga hilang kendali saat menghindari genangan. Insiden tanpa korban ini jadi pengingat bahwa ban lebar dan mobil mahal tidak menjamin cengkeraman di jalan basah. Praktisi keselamatan menyebut gejala aquaplaning sering diabaikan pengemudi sebelum kendaraan benar-benar selip.

Kecelakaan tunggal yang melibatkan mobil sport Porsche terjadi di Tol Desari Km 4.200 B, Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (19/9/2026) pukul 18.45 WIB. Kendaraan melaju di jalur 3 dari arah Sawangan menuju Antasari ketika pengemudi diduga kehilangan kendali akibat genangan air di lintasan.

Kapolsek Cinere Kompol Chairul Saleh menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan keterangan awal. Pengemudi membanting setir ke kiri, menabrak pembatas jalan, lalu terperosok ke saluran air. Bagian depan kendaraan rusak, posisi akhir mobil miring menghadap utara. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

"Setiba Km 4 200 B diduga adanya genangan air lanjut pengemudi out off control," ujar Chairul dalam keterangannya, Minggu (20/9).

Aquaplaning: Ketika Ban Kehilangan Cengkeraman

Praktisi keselamatan berkendara Sony Susmana menilai kecelakaan ini kemungkinan besar dipicu aquaplaning. Kondisi itu terjadi saat ban kehilangan traksi karena terhalang lapisan air, sehingga mobil serasa melayang dan sulit dikendalikan.

Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) itu menyoroti hujan yang baru turun dua hari terakhir. Menurutnya, banyak pengemudi belum menyesuaikan cara berkendara dengan kondisi lintasan yang licin.

"Hujan kan turun baru dua hari ini dan itu juga buatan, sehingga banyak pengemudi yang kurang mengantisipasi dan kurang bijak dalam menyikapi kondisi alas yang licin. Pastinya jika tidak menyesuaikan kecepatan dan manuver yang halus, akan mengalami under atau oversteer," kata Sony kepada detikOto.

Gejala yang Sering Diabaikan Sebelum Mobil Selip

Sony memaparkan tahapan yang terjadi sebelum kecelakaan. Awalnya muncul gejala keseimbangan seperti body roll, body pitch, dan body bounce. Ketika gejala ini diabaikan karena pengemudi kurang sensitif, muncul fase paling berbahaya: body yaw.

"Kendaraan sudah mulai selip dan yang terjadi adalah besar kemungkinan kecelakaan. Nggak peduli bannya lebar, mobilnya mewah, pengemudinya jago, apa pun bisa terjadi," ujarnya.

Pernyataan itu menegaskan bahwa ban lebar dan mobil mahal bukan jaminan bebas aquaplaning. Semakin lebar ban, semakin besar area yang harus "membuang" air, dan pada kecepatan tinggi kemampuan itu bisa kewalahan.

Langkah Antisipasi Saat Melewati Genangan

Sony menyarankan setiap pengendara memahami bahwa peralihan lintasan kering ke basah butuh adaptasi. Mulai dari kontrol emosi, cara berkendara, sampai pemahaman potensi bahaya di sekitar.

  • Segera kurangi kecepatan begitu melihat genangan atau lintasan basah.
  • Injak pedal gas dan rem dengan halus, hindari manuver mendadak.
  • Putar setir secara perlahan, jangan membanting ke satu arah.
  • Pilih gear yang sesuai dengan kondisi jalan basah.
  • Jangan mengurangi tekanan angin ban untuk "menambah cengkeraman" — cara ini justru memicu selip berlebihan.

"Segera kurangi kecepatan, injak pedal-pedal dengan smooth, manuver putar setir halus dan pilih gear yang tepat sesuai dengan kondisi basah. Dan ban jangan diakalin dengan dikurangi tekanan anginnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari selip berlebihan," pungkas Sony.

Yang Perlu Diperhatikan Pengemudi di Musim Hujan

Insiden di Tol Desari ini bukan kasus pertama yang berawal dari genangan air. Pengemudi di jalur tol dalam kota maupun antar kota perlu mewaspadai titik-titik rawan genangan, terutama setelah hujan deras atau hujan buatan yang turun mendadak.

Pemeriksaan kondisi ban secara rutin — ketebalan tapak dan tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan — menjadi langkah paling dasar. Namun pada akhirnya, keputusan menurunkan kecepatan saat lintasan basah tetap jadi faktor penentu utama.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top