BALI — Penyanyi Akbvr Nayo merilis album penuh bertajuk Septima yang merangkum perjalanan hidupnya selama tujuh tahun, dari 2019 hingga 2026. Album ini memuat tujuh trek yang menggambarkan dinamika emosi manusia, mulai dari cinta, harapan, kehilangan, hingga penerimaan. Lagu "Izinkanku Bersamanya" dipilih sebagai single fokus yang mewakili fase harapan.
Judul Septima bukan pilihan sembarangan. Akbvr Nayo mengaku nama itu diambil dari istilah musik yang merujuk pada seventh interval atau interval ketujuh.
"Nama Septima diambil dari istilah musik yang merujuk pada seventh interval atau interval ketujuh. Konsep itu kemudian diperluas menjadi identitas utama album: tujuh tahun perjalanan, tujuh lagu, dan September sebagai momentum kelahiran album," ujar Akbvr Nayo.
Konsep tersebut lantas diterjemahkan ke dalam tujuh lagu yang disusun sebagai satu alur cerita utuh, bukan sekumpulan trek yang berdiri sendiri.
Perjalanan emosional album ini dibuka oleh "Edelweiss", yang menurut Akbvr Nayo merepresentasikan cinta yang tulus, langka, dan diyakini mampu bertahan.
Dari situ, cerita bergerak menuju harapan melalui "Izinkanku Bersamanya", fase ketika kekaguman mulai berubah menjadi keinginan untuk membangun masa depan bersama.
Memasuki paruh tengah, Septima beralih ke fase konflik yang lebih emosional. Lagu "Khianat" menggambarkan runtuhnya kepercayaan, sementara "Kehilanganmu" menjadi titik ketika perpisahan mulai diterima sebagai kenyataan.
Bagian akhir album diisi fase penerimaan. "Pulanglah Kepadaku" menghadirkan harapan yang masih tersisa setelah kehilangan, lalu "Rinduku Salah" membawa cerita ke fase penyesalan.
"Bab berikutnya adalah 'Pulanglah Kepadaku', tentang harapan yang masih bertahan setelah kehilangan. Kemudian 'Rinduku Salah' menghadirkan fase penyesalan, ketika seseorang mulai memahami bahwa tidak semua kerinduan harus diperjuangkan. Perjalanan akhirnya ditutup oleh 'Luka Perih', yang justru membawa cerita pada penerimaan dan kenangan," tutur Akbvr Nayo.
Dari tujuh trek tersebut, "Izinkanku Bersamanya" dipilih sebagai single fokus karena dianggap mewakili fase ketika kekaguman berkembang menjadi harapan untuk membangun masa depan bersama seseorang.
Lagu ini diciptakan oleh Zainal Abidin dan Hadi Ismail. Keduanya disebut turut memperkuat konsep musikal Septima sekaligus menerjemahkan pesan personal yang ingin disampaikan Akbvr Nayo.
Untuk video musiknya, Akbvr Nayo memilih Kawah Sikidang di Dieng sebagai lokasi pengambilan gambar. Pendekatan visual yang dipakai sederhana dan natural, sejalan dengan nuansa lagu.
Bagi Akbvr Nayo, "Izinkanku Bersamanya" berada di posisi krusial dalam alur album karena menjadi jembatan sebelum cerita masuk ke fase kehilangan.
"Izinkanku Bersamanya berada pada fase ketika semuanya masih mungkin. Ketika harapan belum berubah menjadi kehilangan, dan keinginan untuk bersama masih terasa layak diperjuangkan. Karena sebelum sebuah cerita berakhir, selalu ada masa ketika seseorang masih berharap cerita itu tidak pernah selesai," pungkasnya.
Lewat Septima, Akbvr Nayo ingin menghadirkan perjalanan emosional yang dekat dengan pengalaman manusia sehari-hari, bukan sekadar rangkaian lagu bertema cinta.