BALI — PT Pertamina Patra Niaga memperkirakan konsumsi avtur di Lombok, Nusa Tenggara Barat, melonjak hingga 47 persen selama gelaran MotoGP 2026 pada 5-15 Oktober 2026. Lonjakan ini dipicu aktivitas penerbangan kargo logistik dan tambahan penerbangan penumpang serta kru. Kesiapan pasokan menjadi kunci kelancaran operasional bandara tuan rumah.
Paragraf pembuka: Manager Aviation Fuel Terminal (AFT) Bandara Internasional Lombok (BIL) Group, Ilham, memaparkan proyeksi tersebut dalam penjelasan di AFT Bandara Internasional Lombok, NTB, Kamis (8/10/2026). Menurut dia, dalam kondisi normal penjualan avtur di Lombok berkisar 79 hingga 80 kiloliter (KL) per hari. Selama 11 hari periode MotoGP, angka itu diperkirakan melesat menjadi sekitar 120 KL per hari.
Kenaikan kebutuhan bahan bakar pesawat tidak hanya datang dari penerbangan kargo logistik yang diterbangkan dari Narita, Jepang. Aktivitas penerbangan domestik juga ikut meningkat seiring pengajuan extra flight dan charter dari sejumlah maskapai, seperti Garuda Indonesia, AirAsia, Citilink, dan Pelita Air.
Untuk kebutuhan penerbangan utama, sekitar lima pesawat wide body dialokasikan mengangkut kargo logistik MotoGP. Sekitar tiga pesawat wide body lainnya dikerahkan khusus membawa rombongan kru.
"Peningkatan ini bukan cuma karena kargonya, tapi karena tambahan extra flight dari pesawat untuk kebutuhan penumpang itu sendiri," ujar Ilham.
AFT BIL menambah kesiapan sarana pengisian di lapangan. Dari tujuh unit refueller yang tersedia, Pertamina menyiagakan lima unit operasional, padahal pada hari biasa hanya tiga unit yang dioperasikan.
Penambahan armada pengisian dilakukan karena pengisian pesawat kargo tipe wide body dapat melebihi kapasitas refueller terbesar yang mencapai 25 KL. Pengisian pun dilakukan secara paralel dengan dukungan refueller lain demi menjamin kelancaran penerbangan.
"Kalau estimasi sales kita, prognosa kita selama GP ini, 11 hari sekitar kenaikan 47 persen," kata Ilham.
Lonjakan konsumsi avtur ini mencerminkan besarnya aktivitas penerbangan yang menyertai perhelatan MotoGP di Lombok. Tambahan penerbangan penumpang dan kru membuat kebutuhan bahan bakar tidak bisa dipenuhi dengan pola operasional harian biasa.
Bagi penumpang dan maskapai, kesiapan pasokan avtur menjadi faktor penting agar jadwal penerbangan tidak terganggu. Keterlambatan pengisian bahan bakar berpotensi berdampak langsung pada ketepatan waktu keberangkatan, terutama di periode puncak kedatangan dan kepulangan penonton.
Penutup: Proyeksi kenaikan 47 persen ini menunjukkan skala operasional yang harus diantisipasi Pertamina Patra Niaga selama 11 hari gelaran MotoGP 2026. Kesiapan refueller dan pasokan avtur di Bandara Internasional Lombok menjadi penopang utama kelancaran arus penerbangan di masa puncak tersebut.