BALI — Singapura, Kuala Lumpur, dan Bangkok menjadi tiga kota ASEAN yang masuk daftar destinasi liburan paling bahagia dunia versi Holiday Happiness Index, dengan Singapura tertinggi di peringkat 25. Penilaian memakai lima faktor: paparan sinar matahari, kualitas tidur, pola makan sehat, waktu di alam, dan aktivitas fisik. Bangkok bahkan menyiapkan jembatan pejalan kaki dan pesepeda senilai US$29 juta yang ditargetkan rampung 2030.
Singapura mengantongi skor 49,8 dari 100 dan menjadi satu-satunya wakil ASEAN yang menembus 25 besar dunia. Kota ini punya ruang hijau 66,20 meter persegi per orang, angka tertinggi di antara tiga wakil Asia Tenggara. Sekitar 47 persen daratannya berupa cagar alam, taman kota, dan jalur hijau yang saling terhubung.
Modal lain Singapura adalah 94 kawasan pejalan kaki serta pasokan sinar matahari 2.024 jam per tahun. Skor kualitas tidurnya tercatat 50,00. Untuk indikator kuliner sehat, kota ini hanya membukukan 2,4 persen.
Ibu kota Malaysia ini duduk di peringkat 28 dunia dengan skor indeks 46,4. Sinar matahari yang diserap Kuala Lumpur sepanjang tahun mencapai 2.222 jam.
Suhu hariannya bergerak antara 23 derajat Celsius hingga 31-33 derajat Celsius. Kombinasi cuaca itu ditopang ruang hijau 31,04 meter persegi per orang dan 83 kawasan berjalan.
Indikator makanan Kuala Lumpur sama dengan Singapura, yakni 2,4. Angka tersebut ikut menentukan posisinya di daftar kota liburan paling bahagia.
Bangkok berada di urutan 29 dunia dengan skor 45,7. Ibu kota Thailand ini punya 300 kawasan ramah pejalan kaki dan menerima sinar mentari hingga 2.624 jam per tahun.
Yang membedakan Bangkok dari dua kota ASEAN lain, skor indikator kualitas polusi suara maupun cahaya mencapai 59,11. Nilai itu tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Pemenuhan opsi kuliner sehatnya juga menembus angka 4,1.
Pada Agustus, pemerintah Bangkok mengumumkan rencana pembangunan jembatan khusus pejalan kaki dan pesepeda senilai US$29 juta atau sekitar Rp518 miliar. Proyek ini diharapkan memperluas pilihan transportasi wisatawan dan selesai pada 2030.
Holiday Happiness Index menilai destinasi dari lima faktor yang bobotnya berbasis penelitian ilmiah, bukan penilaian subjektif. Sebelum wakil ASEAN, Lisbon menempati posisi pertama dengan skor 70, disusul Helsinki dan Orlando.
Bagi traveler Indonesia yang sedang menyusun rencana liburan keluarga, ketiga kota ini bisa jadi bahan pertimbangan. Singapura paling dekat secara jarak dan unggul soal ruang hijau. Kuala Lumpur menawarkan suhu harian yang relatif stabil. Bangkok punya jam sinar matahari terbanyak di antara ketiganya.
Perlu diingat, indeks ini mengukur kondisi kota sebagai destinasi liburan, bukan mutu infrastruktur pariwisata Indonesia secara keseluruhan. Waktu terbaik berkunjung bergantung pada musim dan jadwal penerbangan dari kota asal, sehingga sebaiknya dicek lewat kanal resmi maskapai atau dinas pariwisata setempat sebelum berangkat.