Desa Utak Atik Serangan Pamerkan 5 Purwarupa Inovasi Hijau di Pekan Iklim Bali 2026, dari Lampu Nelayan hingga Generator Hidrogen

Penulis: Vino Bastian  •  Sabtu, 17 Oktober 2026 | 15:31:02 WIB
Pengunjung menyaksikan demonstrasi teknologi dalam sesi Jelajah Inovasi di Banjar Dukuh, Desa Serangan, Denpasar.

DENPASAR — Pameran di Banjar Dukuh, Desa Serangan, menjadi salah satu tujuan Jelajah Inovasi dalam sesi tematik Jelajah Denpasar: Ragam Inovasi Iklim Menuju Perkotaan Tangguh. Pengunjung bisa melihat langsung demonstrasi teknologi, mengikuti workshop bersama nelayan, dan mendatangi Kios Utak Atik yang baru menempati lokasi lebih luas.

Kios yang sebelumnya berukuran 2,5 x 4 meter kini menjadi 6 x 4 meter. Perluasan itu membuka kesempatan lebih besar bagi warga dan para makers untuk berkarya di fasilitas tersebut.

Lima Purwarupa yang Dipamerkan

Desa Utak Atik menampilkan sejumlah purwarupa yang kualitas dan efektivitas fungsinya terus diperbaiki agar menjadi solusi mumpuni bagi nelayan Serangan. Berikut daftarnya:

  • H2MINI — stasiun pengisian daya universal bertenaga hidrogen
  • H2Gen — generator produksi hidrogen berbiaya rendah
  • Generator HHO untuk jukung nelayan
  • Lampu kepala ergonomis untuk nelayan
  • Pencacah sampah organik mobile

Lokakarya Penerangan untuk Nelayan Serangan

Selain pameran, digelar Lokakarya Inovasi Penerangan Nelayan yang mencakup diseminasi lampu kepala ergonomis dan workshop pembuatan lampu blinking jukung bertenaga surya. Nelayan diajak memahami sekaligus mencoba teknologi penerangan yang relevan dengan aktivitas melaut.

"Di Desa Utak Atik kali ini kami mengajak para nelayan Desa Serangan untuk membuat lampu blinking jukung bertenaga surya," kata pihak penyelenggara dalam keterangan program.

Melalui pengenalan inovasi dan praktik langsung, kegiatan ini memperluas keterampilan teknis warga dan membuka peluang solusi yang lebih aman sesuai konteks lokal.

Pendekatan Bottom-Up yang Menempatkan Warga sebagai Inovator

Desa Utak Atik dirancang sebagai pendekatan bottom-up yang menempatkan masyarakat desa sebagai pelaku utama inovasi. Model ini memantik nalar kritis warga tentang pola hidup berkelanjutan dan menjaga ekosistem pesisir.

Program ini melibatkan kelompok peneliti dan inovator lokal maupun internasional dari latar belakang desain, fabrikasi digital, teknik, serta pengembangan program taraf internasional. Kegiatannya mencakup edukasi, riset dan eksperimen, serta pengembangan prototipe teknologi energi bersih yang diselaraskan dengan kondisi sosial, budaya, dan lingkungan setempat.

Fasilitas Baru di Kios Utak Atik

Kios Utak Atik yang baru menghadirkan tools seperti 3D printer, laser cutter, CNC router, dan 3D printer berskala besar. Peralatan itu dapat diakses warga dan para makers untuk membuat elemen inovasi seperti fishermen headlamp, H2 Generator, dan H2 Mini.

Pengunjung Jelajah Inovasi juga bisa mengenal lebih jauh Fab Lab Bali dan mencoba air quality monitoring serta Planet AI, program terbaru dari Fab City untuk membaca kondisi tanah, air, dan udara setempat di sebuah kota.

Bagian dari Koalisi Bali Emisi Nol Bersih 2045

Inisiatif yang diusung CAST Foundation, Meaningful Design Group, dan Fab Lab Bali ini merupakan bagian dari Koalisi Bali Emisi Nol Bersih (Koalisi Bali ENB) 2045. Anggota koalisi lainnya adalah World Resources Institute (WRI) Indonesia, Institute for Essential Services Reform (IESR), New Energy Nexus (NEX) Indonesia, dan Azura Indonesia, dengan dukungan penuh ViriyaENB.

Rangkaian kegiatan di Pekan Iklim Bali 2026 memperlihatkan bagaimana teknologi dan pengetahuan lokal dipertemukan untuk menjawab kebutuhan dan tantangan lingkungan di tingkat komunitas.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: pilarbalinews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top