BALI — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk resmi memisahkan bisnis wholesale fiber connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) setelah pemegang saham independen menyetujuinya dalam RUPSLB Rabu (30/9). Lebih dari 90% aset infrastruktur jaringan Telkom dikonsolidasikan ke InfraNexia, mencakup sekitar 112.000 kilometer fiber optic dengan nilai transaksi sekitar Rp 85,7 triliun. Langkah ini membuka jalan bagi InfraNexia menggarap pasar di luar grup TelkomGroup.
Penandatanganan akta pemisahan (deed of spin-off) dilakukan Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno dan Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf di Telkom Landmark Tower, Jakarta, pada hari yang sama dengan RUPSLB. Penandatanganan ini menjadi milestone utama penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 2.
Konsolidasi aset mencakup sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optic, termasuk 26.000 km Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik. Total nilai transaksi pemisahan aset ini mencapai sekitar Rp 85,7 triliun.
InfraNexia Kini Kelola Jaringan di 61 Distrik
Pasca konsolidasi, InfraNexia mengelola jaringan serat optik yang terhubung melalui infrastruktur darat dan laut. Jaringan ini didukung 4 area, 12 regional, dan 61 distrik di seluruh Indonesia.
Infrastruktur tersebut menjadi fondasi bagi operator telekomunikasi, penyedia layanan internet, perusahaan cloud, data center, serta pelaku industri lain dalam memperluas kapasitas dan jangkauan layanan. Model bisnisnya berbasis prinsip carrier-neutral dan open-access melalui dua lini utama, yaitu Wholesale Connectivity dan Wholesale FTTx.
Fokus Bisnis: Pasar Eksternal dan Utilisasi Jaringan
Telkom mengarahkan InfraNexia untuk meningkatkan utilisasi jaringan sekaligus memperbesar kontribusi pasar eksternal pada segmen B2B Infrastructure TelkomGroup. Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menyebut skala infrastruktur yang semakin besar memberi fleksibilitas untuk menghadirkan solusi bagi berbagai kebutuhan pelanggan.
"Fokus kami bukan hanya memperluas pemanfaatan aset, tetapi memastikan infrastruktur yang kami miliki dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan lebih banyak mitra dan layanan digital, serta mendukung penguatan ekosistem dan kedaulatan digital Indonesia," kata Seno.
Dorong Infrastruktur Siap AI
InfraNexia juga mempercepat modernisasi operasi jaringan melalui otomasi, integrasi sistem, dan pengembangan kapabilitas autonomous network. Langkah ini untuk meningkatkan keandalan layanan dan efisiensi operasional.
Lukman Hakim Abd. Rauf menambahkan, fase baru ini memperkuat peran InfraNexia dalam mengembangkan jaringan nasional sebagai AI Ready Infrastructure yang terbuka, terintegrasi, dan dapat dimanfaatkan bersama.
"Indonesia membutuhkan AI Ready Infrastructure yang mampu berkembang seiring kebutuhan industri dan teknologi. Dengan jaringan yang semakin terintegrasi dan scalable, kami ingin menghadirkan fondasi yang dapat mendukung pertumbuhan AI, cloud, data center, serta berbagai inovasi digital lainnya di masa depan," ujar Lukman.
Ruang Lebih Besar untuk Bisnis Infrastruktur
Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menilai pemisahan aset dan bisnis ini membuat InfraNexia memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan bisnis infrastrukturnya. Menurutnya, dengan skala dan fokus yang semakin solid, InfraNexia diharapkan mampu mengelola infrastruktur secara lebih optimal sekaligus membuka pemanfaatannya bagi lebih banyak pelaku industri.
"Langkah ini menjadi bagian dari upaya TelkomGroup membangun bisnis agar semakin fokus, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai yang jauh lebih besar dari tiap aset strategis yang dimiliki," ujar Nanang dalam keterangan tertulis, Jumat (2/10/2026).
InfraNexia mengusung semangat "Flowing Through Nusantara" yang mencerminkan peran infrastrukturnya dalam menghubungkan wilayah, industri, dan peluang pertumbuhan di seluruh Indonesia. Spin-off ini menempatkan InfraNexia sebagai pemain infrastruktur wholesale yang membidik pelanggan di luar ekosistem TelkomGroup, seiring kebutuhan konektivitas dan kapasitas data center yang terus tumbuh di pasar domestik.