DENPASAR — Direktur RS Mata Bali Mandara, dr. Ni Made Suryanadi, Sp.M(K)., menyebut angka 38 pasien itu merupakan hasil penyaringan berlapis sejak pendaftaran awal. Target awal kegiatan bakti sosial sebanyak 50 pasien, dengan 49 orang lolos skrining pertama.
Enam pasien memilih mundur sebelum hari pelaksanaan. Dari 43 orang yang tersisa, 41 hadir di rumah sakit, lalu tiga di antaranya kembali dinyatakan tidak layak operasi saat skrining ulang.
"Saat dilakukan skrining ulang sebelum tindakan, tiga orang terpaksa batal karena alasan medis, seperti mengalami vertigo dan gula darah tinggi," ujar Suryanadi.
Operasi dibagi dua sesi, pagi dan siang, dengan memanfaatkan empat kamar operasi sekaligus. Durasi tindakan tiap pasien tergolong singkat, sekitar 15 menit.
Puluhan warga yang datang sejak pagi ke Jalan Angsoka itu mayoritas didampingi anggota keluarga. Mereka sebelumnya telah mendaftar dan melewati pemeriksaan awal sebagai syarat masuk daftar operasi.
RS Mata Bali Mandara memastikan tidak ada pungutan di seluruh tahapan. Pendaftaran, pemeriksaan awal, tindakan operasi, pemberian obat, hingga kacamata pelindung ditanggung penuh.
"Kami bekerja sama dengan para sponsor dan pendukung dalam kegiatan bakti sosial ini," kata Suryanadi, seraya menyampaikan terima kasih kepada para mitra kerja.
Skema serupa membuat warga tanpa kemampuan finansial tetap bisa mengakses operasi katarak, salah satu penyebab kebutaan paling umum di Indonesia.
Suryanadi mengingatkan pasien menjaga kebersihan area mata selama masa pemulihan. Air menjadi pantangan utama karena berisiko memicu infeksi.
"Selama satu minggu ke depan, mata tidak boleh terkena air untuk mencegah infeksi. Pasien dilarang berenang, apalagi mandi di pantai," tegasnya.
Kacamata pelindung wajib dipakai untuk menahan debu dan angin. Obat tetes mata juga harus rutin diberikan sesuai anjuran dokter.
Perkiraan pemulihan penglihatan memakan waktu sekitar tiga pekan. "Kondisi penglihatan pasien diperkirakan akan stabil dan tidak buram sekitar tiga minggu pascaoperasi," tambah Suryanadi.