BALI — Indonesia menempati posisi keempat negara paling ramah di dunia 2026 versi Readers' Choice Awards Condé Nast Traveller dengan skor 97,50. Peringkat ini disusun dari penilaian pembaca atas pengalaman interaksi dengan warga lokal, tradisi menyambut tamu, dan rasa diterima selama berwisata. Indonesia menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara di posisi teratas, mengungguli Thailand yang ada di urutan kesembilan.
Penilaian tidak hanya melihat keramahan petugas di sektor pariwisata formal. Pembaca menimbang tradisi menyambut tamu, kehidupan sosial sehari-hari, hingga kesempatan mengenal kebiasaan warga di destinasi yang mereka datangi.
Indonesia mengumpulkan 97,50 poin, berada di bawah Kosta Rika (98,67), Selandia Baru (98,46), dan Irlandia (98,39). Thailand menyusul di posisi kesembilan dengan skor 96,00, sementara India menutup sepuluh besar dengan 95,87.
Italia dan Yunani masing-masing menempati urutan ketujuh dan kedelapan. Artinya, Indonesia bukan sekadar masuk daftar, tetapi bertengger di kelompok atas bersama negara-negara yang memang punya tradisi panjang menjamu tamu.
Keramahan Indonesia terbentuk dari kebiasaan yang berakar di kehidupan kampung dan kota kecil. Sambutan warga desa, obrolan ringan di warung keluarga, sampai nilai gotong royong saat warga bergotong royong menyiapkan acara menjadi bagian dari pengalaman yang dirasakan wisatawan.
Di Bali, upacara keagamaan Hindu melibatkan masyarakat luas dan kerap terbuka bagi pengunjung yang ingin menyaksikan. Jawa dan Lombok punya beragam perayaan yang memperkenalkan tradisi khas daerah kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Interaksi sederhana sering jadi momen paling diingat. Wisatawan bisa mendapat rekomendasi kuliner lokal, diajak ikut kegiatan warga, atau berbagi hidangan bersama keluarga di rumah.
Kosta Rika langsung menduduki puncak sebagai pendatang baru di pemeringkatan tahun ini. Filosofi pura vida yang menekankan hidup sederhana dan menghargai kebersamaan tercermin saat warga menyambut pengunjung, bukan hanya dalam pelayanan formal di objek wisata.
Selandia Baru mengandalkan nilai M?ori manaakitanga—kepedulian, rasa hormat, dan sikap menghargai orang lain—yang terasa dari penginapan keluarga hingga kafe tepi danau. Upacara penyambutan p?whiri menjadi bagian dari budaya menyambut tamu.
Irlandia menempatkan kehidupan komunitas sebagai pusat keramahan. Ungkapan céad míle fáilte atau "seratus ribu sambutan" menggambarkan tradisi menjamu tamu, dengan pub sebagai ruang warga berkumpul, menikmati musik, dan berbagi cerita.
Bagi yang merencanakan liburan keluarga atau perjalanan solo, hasil ini bisa jadi pertimbangan memilih destinasi. Keramahan yang tinggi umumnya berkorelasi dengan rasa aman, kemudahan mencari bantuan, dan pengalaman budaya yang lebih mendalam.
Wisatawan domestik pun bisa merasakan hal serupa di daerah sendiri. Coba menginap di desa wisata, makan di warung keluarga, atau mengikuti kegiatan warga setempat untuk mendapat pengalaman yang jarang muncul di paket tur biasa.
Untuk perjalanan ke luar negeri, daftar ini bisa dipakai sebagai referensi awal. Kosta Rika menawarkan pantai dan hutan tropis, Selandia Baru punya lanskap alam luas, sedangkan Irlandia cocok bagi yang ingin merasakan kehidupan kota kecil dan tradisi komunitas.
Durasi ideal untuk menjelajah Indonesia sendiri sulit dipatok karena keragamannya. Untuk satu pulau, alokasikan minimal lima sampai tujuh hari agar sempat berinteraksi dengan warga dan mengikuti ritme kehidupan lokal, bukan sekadar berpindah dari satu objek foto ke objek berikutnya.