Wushu Klungkung Borong 95 Medali di Kejurprov Bali, 31 Emas Bawa Juara Umum KONI Cup Denpasar 2026

Penulis: Yanto Prasetya  •  Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:01:31 WIB
Atlet Wushu Klungkung tampil pada Kejurprov Bali 2026 yang berlangsung 22–25 Oktober 2026.

KLUNGKUNG — Kontingen Wushu Klungkung menurunkan kekuatan penuh pada kejuaraan yang berlangsung 22–25 Oktober 2026 tersebut. Sebanyak 69 atlet diberangkatkan dengan dua official mendampingi.

Mereka tersebar di kategori Taolu perorangan junior dan senior putra-putri, Jiti atau beregu junior, Duilian tarung beregu junior A dan senior, Taolu Tradisional, serta tarung bebas Sanda kelompok junior dan senior.

Rincian 95 Medali: 31 Emas, 36 Perak, 28 Perunggu

Rekapitulasi akhir panitia menempatkan Klungkung di puncak klasemen. Ketua Pengkab Wushu Klungkung Dewa Ayu Putu Yusi Avianti menyebut capaian itu sebagai hasil pembinaan intensif atletnya.

"Hasil Kejurprov wushu total medali yang diperoleh, emas 31, perak 36, dan perunggu 28, jadi Wushu Klungkung Juara Umum I," ungkap Yusi, Jumat (30/10/2026).

Menurut Yusi, atlet Klungkung tampil di hampir seluruh kelompok umur Taolu, mulai kategori D, C, B, A, hingga senior. Untuk Sanda, kontingennya mengikuti kelompok junior dan senior.

Latihan Rutin di Jalan Ngurah Rai Nomor 17

Prestasi itu tidak datang seketika. Atlet Wushu Klungkung menjalani latihan rutin fisik dan teknik di tempat latihan di belakang Kantor FIF Klungkung, Jalan Ngurah Rai Nomor 17, Klungkung.

Kejurprov kali ini diikuti 386 atlet dari sembilan kabupaten/kota se-Bali. Selain memperebutkan gelar juara, ajang tersebut menjadi wadah penjaringan atlet potensial untuk mewakili Bali di Kejurnas Wushu Desember mendatang.

Target Berikutnya: Porprov 2027 di Singaraja

Yusi berharap hasil ini menjadi bekal para atletnya menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027 di Singaraja.

"Dengan hasil ini, para atlet Klungkung diharapkan mampu mempersiapkan diri secara maksimal untuk Porprov 2027 di Singaraja nanti," ucapnya.

Ketua Umum KONI Klungkung Anak Agung Gde Anom menilai prestasi tersebut sebagai modal ke depan. Menurutnya, setiap cabang olahraga yang bertanding di tingkat provinsi Bali maupun luar Bali wajib turun maksimal agar hasilnya terukur.

"Ini modal kedepan, dan setiap cabor yang ikut tanding baik lingkungan provinsi Bali maupun luar Bali, wajib turun dengan maksimal sehingga hasil benar-benar terukur," pungkasnya.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: kabarbali.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top