Konser Ye dan JRF di GBK Buktikan Jakarta Jual Pengalaman, Bukan Cuma Tempat

Penulis: Usman Harun  •  Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:33:01 WIB
Konser Ye Live in Jakarta di GBK dihadiri 70 ribu penonton, termasuk 25 ribu turis dari 80 negara.

BALI — Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, menjadi pusat dua acara besar pada 24-25 Oktober 2026: konser Ye Live in Jakarta dan Jakarta Running Festival (JRF) 2026. Konser Ye menghadirkan 70 ribu penonton, 25 ribu di antaranya turis dari 80 negara, sementara JRF diikuti lebih dari 37 ribu pelari. Penyelenggaraan berdekatan ini dinilai memberi dampak ekonomi luas bagi pekerja produksi, vendor, UMKM, hingga sektor transportasi dan penginapan.

Prof. Azril Azahari, pakar pariwisata, menilai penyelenggaraan konser Ye Live in Jakarta dan JRF dengan waktu berdekatan sebagai langkah berani. Menurutnya, dampak yang dihasilkan tidak hanya dirasakan penyelenggara, tetapi juga pekerja produksi, penyedia perlengkapan, vendor, desainer, pelaku UMKM, hingga tenaga pengamanan.

Keramaian di kawasan GBK selama akhir pekan itu turut membuka peluang di sektor transportasi, penginapan, dan makanan. Pengunjung yang datang dari luar kota dan luar negeri membutuhkan berbagai layanan penunjang selama mengikuti rangkaian acara.

Dua Acara Besar dalam Satu Akhir Pekan

Konser bertajuk Ye Live in Jakarta digelar pada 24 dan 25 Oktober 2026 di kawasan GBK. Dikutip dari CNNIndonesia, konser ini berhasil menghadirkan 70 ribu penonton, dengan 25 ribu turis berasal dari 80 negara.

Pada waktu yang hampir bersamaan, Jakarta Running Festival (JRF) 2026 digelar di lokasi yang sama. Berdasarkan laporan Pemprov DKI Jakarta, ajang lari ini sukses menghadirkan lebih dari 37 ribu pelari dari berbagai daerah hingga lintas negara.

Dampak Ekonomi yang Menyebar ke Banyak Sektor

Azril menyebut konser internasional dan event lomba lari bisa menjadi saluran ekonomi bagi banyak pihak. "Konser Ye dan JRF yang diselenggarakan hampir bersamaan menjadi usaha sangat berani yang dampaknya sangat positif," kata Azril kepada detikTravel, Rabu (28/10/2026).

Dampak tersebut merembet ke sektor transportasi, penginapan, makanan, hingga berbagai kebutuhan pengunjung selama mengikuti acara. Rantai pasok acara skala besar seperti ini melibatkan banyak tenaga kerja lokal di luar tim inti penyelenggara.

Jakarta sebagai Kota Pengalaman

Dosen UI, Danial Kesa, melihat fenomena akhir pekan di GBK yang penuh event sebagai perkembangan penting dalam experience economy. Ia menilai Jakarta tidak hanya menjual tempat, tetapi juga pengalaman yang mempertemukan event musik, olahraga, hiburan, dan gaya hidup.

"Jakarta tidak hanya menjual tempat, tetapi juga pengalaman yang dapat mempertemukan event musik, olahraga, hiburan, dan gaya hidup," kata Danial Kesa dalam keterangan resmi kepada detikTravel.

Dukungan Pemprov DKI dan Catatan Pengelolaan Kawasan

Pemprov DKI Jakarta mendukung penuh aktivitas di GBK selama akhir pekan tersebut. Dukungan itu mencakup optimalisasi layanan transportasi publik, penyesuaian jam operasional MRT, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), hingga penyiapan ratusan fasilitas kesehatan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian berjalan aman, tertib, dan nyaman sesuai standar ajang olahraga internasional. Deni menekankan pentingnya akses transportasi, keamanan, hingga kenyamanan bagi pengunjung di kawasan yang padat.

"Kawasan GBK seharusnya tidak hanya menjadi lokasi penyelenggaraan acara, tapi juga pusat aktivitas kota yang produktif, nyaman, memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar," pungkasnya.

Tips bagi Traveler yang Ingin Ikut Acara Serupa

  • Pantau jadwal acara di GBK dan sekitarnya sebelum berangkat, terutama pada akhir pekan dengan event berdekatan.
  • Manfaatkan transportasi publik seperti MRT yang jam operasionalnya kerap disesuaikan saat event besar.
  • Siapkan akomodasi lebih awal karena okupansi penginapan di sekitar Senayan meningkat saat konser atau lomba lari digelar.
  • Datang lebih awal untuk menghindari kepadatan di pintu masuk dan area sekitar venue.

Bagi traveler yang ingin merasakan Jakarta dari sisi pengalaman, akhir pekan dengan rangkaian konser dan ajang lari di GBK bisa jadi pilihan. Durasi ideal untuk menikmati kawasan ini sekitar satu hingga dua hari, cukup untuk mengikuti acara sekaligus menjelajah kuliner dan transportasi publik di sekitarnya.

Reporter: Usman Harun
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top