DENPASAR — Kepala UPTD Pengendalian Bencana Daerah BPBD Provinsi Bali, I Wayan Suryawan, S.STP., M.A.P., merinci sebaran kejadian dalam laporan situasi kebencanaan yang disampaikan Senin (2/11) sore. Gianyar menjadi wilayah paling terdampak dengan 15 titik kejadian, disusul Karangasem 12 titik, Bangli 11 titik, Buleleng tujuh titik, Badung enam titik, Denpasar dua titik, dan Klungkung satu titik.
Jenis bencana yang dilaporkan mencakup tanah longsor, pohon tumbang, bangunan roboh, jalan jebol, hingga tembok roboh. Sejumlah kejadian berdampak langsung pada akses jalan warga dan bangunan permukiman.
Tanah longsor di Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Banjar Bukit Munduk Tiying, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, menimbun dua orang. Satu di antaranya warga negara Indonesia bernama Bangkit Mubarok, sementara seorang lainnya warga negara asing yang identitasnya masih diverifikasi.
Tim penanganan masih bekerja di lokasi kejadian. Belum ada keterangan resmi mengenai kondisi kedua korban.
Di Gianyar, tanah longsor menutup akses jalan di Banjar Cebok, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, serta sejumlah titik di Kecamatan Payangan. Longsor juga menimbun rumah warga di Banjar Gagah, Desa Tegallalang, dan bangunan bengkel milik warga di Desa Bresela, Kecamatan Payangan.
Penanganan longsor yang menimpa bengkel dilaporkan nihil korban. Kejadian lain di Gianyar meliputi jalan jebol di Banjar Gambih, Desa Buahan, Kecamatan Payangan, tanah longsor di Perumahan Nuansa Tjampuan, Banjar Tojan Kanginan, Desa Pering, serta tembok roboh di Desa Petak Kaja, Kecamatan Gianyar.
Tanah longsor di Jalan Sriwijaya, Banjar Pekuwon, Kelurahan Cempaga, Kecamatan Bangli, berdampak pada akses jalan dan lima unit ruko. Petugas masih melakukan asesmen untuk mengetahui kondisi dan dampak kejadian.
Jalan dilaporkan putus di Banjar Pulesari Kawan, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku. Longsor juga terjadi di ruas Demulih–Sala, Kecamatan Susut, serta Sulahan–Cekeng, Desa Sulahan. Pohon tumbang menutup akses Jalan Kukuh, Banjar Kawan, Kelurahan Kawan, dan menimpa ruas Tanggahan Talangjiwa–Selati, Desa Demulih — keduanya sudah ditangani tanpa korban.
Pohon tumbang menutup akses jalan di Lingkungan Pangi, Kelurahan Karangasem, serta menimpa akses jalan di Banjar Dinas Anyar, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem. Pohon tumbang juga menimpa atap garasi di Kecicang Arum, Banjar Dinas Kecicang Bali, Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem.
Hingga laporan disusun, kejadian pohon tumbang di Bungaya Kangin belum tertangani. Tanah longsor menimpa akses jalan di Banjar Dinas Samuh, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem; Banjar Dinas Padang Tunggal, Desa Duda, Kecamatan Selat; serta Banjar Dinas Batusesa, Desa Menanga, Kecamatan Rendang.
Di Buleleng, tujuh kejadian dilaporkan, termasuk senderan rumah jebol di Banjar Dinas Sepang, Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu. Petugas telah melakukan asesmen dan melaporkan tidak ada korban.
Tanah longsor yang menutup akses jalan serta badan jalan jebol terjadi di Desa Sepang dan Desa Sepang Kelod. Di Kecamatan Gerokgak, hujan deras menyebabkan dapur roboh di Banjar Taman Sari Mekar, Desa Gerokgak, atap rumah roboh di Banjar Dinas Bubunan, Desa Tinga-Tinga, dan pohon tumbang menimpa atap rumah warga di Banjar Dinas Taman, Desa Sumberkima. Seluruh kejadian tanpa korban jiwa.
Wilayah Badung mencatat enam kejadian. Selain longsor di Petang, pohon tumbang menutup akses jalan di Banjar Auman, Desa Pelaga, dan sudah ditangani tanpa korban. Tanah longsor menutup Jalan Pura Kancing Gumi, Desa Sulangai, Kecamatan Petang, serta dilaporkan jalan jebol di Banjar Sidan, Desa Sidan Belok.
Longsor juga menimpa rumah di Banjar Abing, Desa Sulangai, dan tembok roboh menutup akses jalan di Banjar Sayan Tua, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal. BPBD Bali mengimbau warga di kawasan rawan longsor dan pepohonan tinggi tetap waspada selama hujan deras masih berpotensi turun.