DENPASAR — Kunjungan lapangan Komisi III DPRD Bali bersama Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) Bali menemukan pekerjaan baru menyentuh tahap penataan lahan dan pemasangan tiang pancang. Rombongan dipimpin Ketua Komisi III DPRD Bali I Nyoman Suyasa, didampingi Ni Putu Yuli Artinu, Ni Kadek Darmini, dan I Made Rai Warsa. Kepala Dinas KLH Bali Made Dwi Arbani turut hadir dalam peninjauan.
Menurut Suyasa, capaian 24 persen dalam empat bulan tergolong cepat. Ia meminta kontraktor menjaga kecepatan pembangunan tanpa mengorbankan mutu pekerjaan.
Hujan Hambat Pengeboran Tiang Pancang
Pembangunan sejauh ini belum menemui kendala berarti. Namun cuaca mulai mengganggu, terutama hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi tersebut memengaruhi pekerjaan pengeboran untuk pemasangan tiang pancang. Proses itu membutuhkan cuaca relatif panas agar pengerjaan berlangsung optimal.
"Baru 24 persen. Jadi sudah cukup cepat. Groundbreaking 8 Juli 2026, baru empat bulan sudah mencapai 24 persen," kata Suyasa.
Kapasitas 1.500 Ton, Sisa 400 Ton Dikelola dari Sumber
Fasilitas PSEL Denpasar Raya dirancang mengolah hingga 1.500 ton sampah per hari. Kapasitas itu diharapkan menyerap sebagian besar sampah dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung yang mencapai sekitar 1.900 ton setiap hari.
Selisih sekitar 400 ton tetap harus ditangani lewat pengelolaan dari sumbernya. Arbani menegaskan pemilahan sampah di tingkat warga dan pelaku usaha tidak boleh berhenti meski PSEL nanti beroperasi.
"Kelebihan sampah itu akan dikelola dari sumbernya," ujar Arbani.
Target Rampung 2027, Operasi Awal 2028
Suyasa berharap proyek selesai pada 2027 sehingga fasilitas bisa mulai beroperasi awal 2028. Ia menyebut pembangunan PSEL Denpasar Raya sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam menangani persoalan sampah di Bali.
Dinas KLH Bali dan kontraktor akan melanjutkan pekerjaan struktural setelah penataan lahan rampung. Pengawasan kualitas menjadi syarat utama agar fasilitas pengolahan sampah itu tidak bermasalah saat uji coba.