Longsor Eco Park Pelaga Badung, Wagub Bali Giri Prasta Minta Pencarian Dua Korban Hilang Dipercepat

Penulis: Usman Harun  •  Selasa, 03 November 2026 | 08:01:01 WIB
Wagub Bali Giri Prasta meninjau lokasi longsor Eco Park Pelaga bersama Bupati Badung dan anggota DPRD Badung.

BADUNG — Peninjauan dilakukan Wagub Bali I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Anggota DPRD Kabupaten Badung Made Bima Nata, Senin (2/11/2026). Kedatangan mereka ke lokasi longsor untuk memastikan penanganan darurat dan proses pencarian dua korban berjalan optimal.

Sejak pagi, tim gabungan menyisir titik longsor dan memperluas area pencarian ke kawasan hilir sungai. Petugas juga mengatur debit air dengan menutup bendung di bagian utara agar pembersihan material lumpur lebih aman.

Dua Warga Masih Belum Ditemukan

Berdasarkan laporan manajemen di lokasi, dua warga belum ditemukan akibat terjangan longsor. Giri Prasta menegaskan keselamatan manusia menjadi prioritas mutlak dalam penanganan bencana.

"Ketika berbicara masalah bencana, yang pertama harus kita lihat adalah sisi kemanusiaan. Sesuai laporan manajemen yang ada di sini, terdapat dua warga yang belum ditemukan akibat tanah longsor ini. Karena itu, kami bersama seluruh tim memastikan proses pencarian dilakukan secara optimal," tegas Giri Prasta.

Masa Tanggap Darurat Tujuh Hari, Dievaluasi Berkala

Operasi pencarian dijalankan mengikuti standar operasional prosedur dengan masa tanggap darurat selama tujuh hari. Durasi itu akan dievaluasi berkala berdasarkan perkembangan di lapangan dan koordinasi dengan pihak keluarga korban.

Pemprov Bali dan Pemkab Badung berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor. Fokusnya bukan hanya percepatan evakuasi korban hilang, tetapi juga pengawasan dan mitigasi bencana di destinasi wisata alam.

Bupati Badung Minta Evaluasi Menyeluruh Aspek Keselamatan

Adi Arnawa menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa kawasan wisata alam di Badung Utara. Peristiwa ini, menurutnya, harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan, kondisi lingkungan, dan mitigasi bencana pada akomodasi wisata berbasis alam.

"Berangkat dari kejadian ini, tentu kami akan melakukan evaluasi terhadap kondisi di lapangan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali, meskipun dari sisi perizinan sudah ada pengaturan dan proses yang telah ditempuh. Namun demikian, evaluasi tetap perlu dilakukan agar tidak kembali menimbulkan korban, baik di lokasi ini maupun di tempat lainnya di Badung," tandas Adi Arnawa.

Ancaman cuaca ekstrem menjadi perhatian dalam pengawasan destinasi wisata alam ke depan. Evaluasi mencakup kesiapan jalur evakuasi dan prosedur keselamatan di lokasi wisata yang berdiri di kawasan perbukitan.

Reporter: Usman Harun
Sumber: kabarbali.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top