BALI — Pemkot Malang menyiapkan retreat bagi 345 kepala sekolah SD dan SMP usai sejumlah kasus kekerasan terhadap siswa. Anggaran Rp 300 juta disiapkan dari APBD, dan kegiatan ini jadi ruang evaluasi sekaligus penguatan peran kepala sekolah.
Kasus kekerasan terhadap siswa yang muncul dalam beberapa waktu terakhir mendorong Pemkot Malang bergerak cepat. Retreat untuk seluruh kepala sekolah negeri dan swasta ini disebut sudah rampung disusun, tinggal menunggu waktu pelaksanaan.
1. Pesertanya 345 kepala sekolah
Berdasarkan data Disdikbud Kota Malang, ada sekitar 225 kepala sekolah negeri dan 120 kepala sekolah swasta yang akan ikut. Totalnya mencapai sekitar 345 peserta dari jenjang SD dan SMP. Sosialisasi kegiatan ini sudah dilakukan agar para kepala sekolah bisa bersiap.
2. Anggaran Rp 300 juta dari APBD
Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, menyebut pihaknya sudah mengalokasikan anggaran khusus untuk retreat ini. Nilainya sekitar Rp 300 jutaan yang diambil dari APBD. "Di APBD ini ada sekitar Rp 300 jutaan. Kalau tidak bulan ini, bulan depan," ungkapnya.
3. Digelar satu hari tanpa menginap
Durasi penyelenggaraan retreat hanya satu hari. Kepala sekolah tidak akan menginap karena anggaran yang terbatas. Dalam kegiatan ini ada pembinaan militer serta sesi di dalam kelas.
4. Lokasinya di eks Islamic Center
Satu lokasi yang diusulkan adalah komplek Grha Purva Praja atau eks Islamic Center di Arjowinangun, Kedungkandang. Suwarjana menyebut tempat itu dipilih karena punya ruangan yang memenuhi syarat. "Kemungkinan di Islamic Center karena punya ruangan yang memenuhi dan yang jelas tidak menginap," jelasnya.
5. Fokus evaluasi penanganan siswa
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan retreat ini lebih menekankan evaluasi dan penguatan peran kepala sekolah, terutama dalam menangani persoalan siswa. "Sudah kami susun, nanti kami tinggal tentukan waktunya. Kami ingin mengevaluasi, introspeksi kejadian-kejadian kemarin agar itu menjadi pembelajaran," ungkap Wahyu di sela peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Rampal, Senin (5/10).
Retreat ini diharapkan memperkuat pemahaman kepala sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman. Pelaksanaannya tinggal menunggu penentuan waktu agar tidak mengganggu proses pembelajaran.