Pencarian

Bupati Bangli Dorong Tes Psikologi untuk Bantu Siswa Temukan Jati Diri, Bukan Sekadar Angka Rapor

Senin, 01 Juni 2026 • 11:06:01 WIB
Bupati Bangli Dorong Tes Psikologi untuk Bantu Siswa Temukan Jati Diri, Bukan Sekadar Angka Rapor
Bupati Bangli mendorong tes psikologi sebagai alat bantu siswa mengenali potensi diri.

BANGLI — Pemerintah Kabupaten Bangli melalui Dinas Pendidikan tengah mengoptimalkan pelaksanaan tes psikologi di lingkungan sekolah. Langkah ini bukan sekadar memetakan kemampuan akademik, melainkan sebagai panduan bagi siswa untuk mengenali potensi diri mereka secara lebih mendalam.

Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, menekankan bahwa hasil tes psikologi jangan sampai disalahartikan sebagai vonis atas kemampuan seorang anak. “Tes ini bukan untuk melabeli siswa sebagai pintar atau bodoh. Ini adalah peta jalan bagi mereka untuk menemukan jati diri dan masa depan yang sesuai,” ujarnya dalam sebuah kesempatan di Bangli, baru-baru ini.

Mengapa Tes Psikologi Dianggap Penting di Bangli?

Menurut Bupati Sedana Arta, banyak siswa yang justru bingung menentukan arah setelah lulus sekolah karena tidak mengenali potensi dirinya. Tes psikologi diharapkan bisa menjadi kompas awal, sehingga mereka tidak sekadar ikut-ikutan teman atau terjebak pada pilihan yang tidak sesuai.

“Kami ingin anak-anak Bangli tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri. Mereka tahu kelebihan dan kekurangannya, sehingga bisa memilih jurusan atau karier yang tepat,” imbuhnya. Program ini dinilai krusial di tengah tingginya angka putus kuliah atau salah pilih jurusan yang kerap terjadi di berbagai daerah.

Apa yang Membedakan Program Ini dari Sekadar Angka?

Pemerintah Kabupaten Bangli memastikan bahwa hasil tes tidak akan diumumkan secara terbuka atau menjadi bahan perbandingan antar siswa. Data tersebut hanya akan digunakan oleh guru BK (Bimbingan Konseling) dan orang tua sebagai bahan diskusi untuk mendampingi anak.

“Kami tidak ingin ada stigma. Justru ini menjadi alat bantu bagi guru dan orang tua agar lebih memahami karakter anak didiknya,” jelas Bupati. Pendekatan ini diharapkan mampu menekan angka stres pada pelajar yang kerap muncul akibat tekanan akademik semata.

Bagaimana Mekanisme Pelaksanaannya di Sekolah?

Dinas Pendidikan Bangli telah menyiapkan psikolog profesional untuk mendampingi proses asesmen. Tes tidak dilakukan secara massal dalam satu hari, melainkan bertahap per kelas agar hasilnya lebih akurat. Setelah tes, akan ada sesi konseling lanjutan untuk membahas hasil temuan.

“Kami libatkan psikolog, bukan sekadar guru yang mengisi angket. Hasilnya harus bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” tegas Sedana Arta. Pihaknya juga menggandeng organisasi profesi psikologi untuk memastikan standar pelaksanaan di lapangan.

Siapa yang Paling Diuntungkan dari Program Ini?

Manfaat terbesar justru dirasakan oleh siswa yang selama ini merasa “tertinggal” secara akademik. Dengan tes psikologi, potensi mereka di bidang non-akademik seperti seni, olahraga, atau keterampilan vokasi bisa terdeteksi lebih awal.

“Tidak semua anak harus jadi dokter atau insinyur. Ada yang jago di bidang musik, tata boga, atau pertanian. Itu semua sama berharganya,” pungkas Bupati. Program ini akan terus dievaluasi dan diperluas ke jenjang SMA/SMK di Bangli pada tahun ajaran mendatang.

Bagikan
Sumber: radarbali.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks