BALI — Kunjungan wisatawan Indonesia ke Jepang naik sekitar 11 persen sepanjang Januari–Agustus 2026, dengan Hokkaido, Kyushu, hingga Toyama mulai masuk daftar tujuan. Maskapai ANA menyediakan penerbangan domestik gratis ke sekitar 50 bandara Jepang bagi pembeli tiket internasional dari Jakarta. Tren ini muncul menjelang kenaikan biaya tambahan bahan bakar penerbangan per 1 November 2026.
Data Japan National Tourism Organization (JNTO) mencatat lonjakan kunjungan pelancong Indonesia ke Negeri Sakura sekitar 11 persen pada Januari–Agustus 2026 dibanding periode sama tahun lalu. Sinyal serupa terlihat dari transaksi nasabah HSBC Indonesia, di mana Jepang menempati posisi ketiga destinasi perjalanan dengan kontribusi sekitar 15 persen.
Head of Marketing & Customer, IWPB, HSBC Indonesia, Fransisca Arnan, menyebut kenaikan transaksi ke Jepang mencapai 24 persen secara year on year. Angka itu disampaikannya dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.
"Kenaikan year on year-nya 24 persen," kata Fransisca.
Jakarta–Tokyo Masih Jadi Primadona
Tingkat keterisian kursi penerbangan rute Jakarta–Tokyo disebut mencapai 85–95 persen. Artinya, kota-kota utama Jepang belum kehilangan magnet bagi wisatawan Indonesia.
Yang berubah adalah pola sebaran tujuan. Wisatawan tidak lagi menumpuk di Tokyo dan Osaka, tetapi mulai menjajaki wilayah lain untuk pengalaman yang berbeda. Setiap daerah di Jepang punya karakter sendiri, dari suasana perkotaan sampai perubahan pemandangan antarmusim.
Hokkaido hingga Toyama Mulai Dilirik
Tren eksplorasi ke luar Golden Route—jalur klasik Tokyo–Kyoto–Osaka—naik sekitar 10–15 persen. Passenger Sales & Marketing Manager ANA Jakarta Representative Office, Raymond Tjia, menyebut pergeseran itu cukup terasa.
"Jadi banyak sekali sekarang yang meng-explore kota-kota lain lagi. Tidak hanya Tokyo, Osaka, tapi sudah mulai ke Hokkaido, Kyushu, Fukuoka, lalu ke Toyama, Komatsu, banyak sekali," ujar Raymond.
Untuk mendukung perjalanan antarkota, ANA mengoperasikan jaringan penerbangan domestik yang menjangkau sekitar 50 bandara di Jepang. Jaringan itu memberi wisatawan lebih banyak pilihan menyusun rute dalam satu perjalanan.
"Penerbangan domestik (dengan ANA) di Jepang itu gratis selama membeli tiket internasional dari Jakarta," kata Raymond.
Empat Musim, Empat Pengalaman Berbeda
Setiap musim menawarkan suasana yang tidak bisa didapat di musim lain. Musim dingin menghadirkan hamparan salju, musim panas membuka aktivitas luar ruang, musim semi menampilkan bunga bermekaran, dan musim gugur menghadirkan perubahan warna dedaunan.
Di luar pemandangan, kuliner lokal jadi daya tarik tersendiri. Menurut Raymond, harga makanan di Jepang relatif terjangkau dan tidak jauh berbeda dengan yang biasa ditemukan di Indonesia.
Antisipasi Kenaikan Biaya Perjalanan
Biaya tambahan bahan bakar penerbangan dipastikan naik mulai 1 November 2026. Calon penumpang perlu menyiapkan anggaran lebih matang, terutama yang berencana berangkat pada akhir tahun atau periode libur panjang.
Membeli tiket lebih awal jadi langkah paling masuk akal. Menurut Raymond, tiket untuk jadwal keberangkatan mendatang, termasuk Lebaran dan libur sekolah, sudah tersedia dalam periode penjualan saat ini.
Wisatawan juga bisa membandingkan harga dari berbagai pilihan jadwal dan memantau promo maskapai. Dengan begitu, biaya penerbangan bisa disesuaikan dengan anggaran tanpa mengabaikan kebutuhan perjalanan.
Tips Menyusun Rencana ke Jepang
- Manfaatkan penerbangan domestik gratis ANA dengan membeli tiket internasional dari Jakarta
- Pertimbangkan rute luar Golden Route seperti Hokkaido, Kyushu, Fukuoka, Toyama, atau Komatsu
- Beli tiket lebih awal untuk mengunci harga sebelum kenaikan biaya tambahan bahan bakar 1 November 2026
- Sesuaikan tanggal keberangkatan dengan musim yang ingin dialami: salju, bunga, atau dedaunan musim gugur
- Hitung pengeluaran transportasi bersama akomodasi, kuliner, dan aktivitas selama di destinasi
Perencanaan dini memberi ruang lebih luas untuk memilih tanggal dan rute yang sesuai. Dengan begitu, liburan ke Jepang bisa dinikmati tanpa tekanan anggaran yang membengkak di tengah perjalanan.