BADUNG — Penanganan abrasi di Pantai Kuta menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah. Megawati Soekarnoputri menilai kerusakan pesisir di kawasan koridor pariwisata utama itu tidak bisa ditangani dengan langkah tambal sulam.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan Badan Riset dan Inovasi Nasional dan para pakar untuk menghasilkan kebijakan berbasis kajian ilmiah yang tepat sasaran.
Penanganan Abrasi Tak Boleh Setengah Hati
Dalam peninjauannya, Megawati menyoroti pendekatan penanganan yang selama ini dipakai. Menurutnya, mitigasi infrastruktur di kawasan pesisir harus dikerjakan menyeluruh.
"Penanganan infrastruktur, khususnya mitigasi abrasi pantai seperti di Pantai Kuta ini, tidak boleh dikerjakan secara sepotong-sepotong atau setengah-setengah," tegas Megawati.
Pernyataan itu disampaikan di hadapan para pemimpin daerah yang mendampingi kunjungan kerja tersebut.
Mengapa Pantai Kuta Jadi Perhatian
Pantai Kuta merupakan salah satu ikon pariwisata Bali yang menjadi tumpuan kunjungan wisatawan. Abrasi yang terus terjadi di kawasan itu berpotensi mengancam kelestarian pesisir sekaligus aktivitas ekonomi warga sekitar.
Megawati mengingatkan bahwa kelestarian pesisir Bali bukan sekadar persoalan lingkungan. Isu itu berdampak pada keselamatan masyarakat dan keberlanjutan Indonesia sebagai negara kepulauan.
"Kita harus ingat dan sampaikan kepada generasi muda: jika kita tidak merawat dan menjaga alam kita, Bali ini bisa hilang," ujarnya.
Sinergi Pusat dan Daerah di Pesisir Badung
Kunjungan kerja ini melibatkan Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, dan Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta. Kehadiran mereka menandai langkah sinergis pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga pesisir Bali.
Pemerintah daerah Badung selama ini berkepentingan langsung terhadap kondisi Pantai Kuta karena kawasan tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan daerah dari sektor pariwisata.
Megawati mendorong agar hasil kajian BRIN dan para pakar segera ditindaklanjuti menjadi kebijakan konkret. Penanganan abrasi dinilai perlu diprioritaskan mengingat posisi Bali sebagai sentra pariwisata dunia.