BALI — Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali erupsi pada Senin (12/10/2026) pukul 17.50 WIT dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 44 detik. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mempertahankan status gunung di Level II (Waspada). Erupsi ini menjadi yang keenam dalam sepekan terakhir, sehingga wisatawan dan warga diminta menjauhi kawasan kawah.
Sepanjang Senin (12/10/2026), pengamatan kegempaan Gunung Ibu yang tercatat MAGMA Indonesia dari pukul 00.00 hingga 23.59 WIT mendeteksi 83 kali gempa letusan dengan amplitudo 15-28 milimeter dan durasi 35-81 detik. Aktivitas itu disertai 1 kali gempa guguran beramplitudo 2 milimeter selama 36 detik serta 10 kali gempa hembusan dengan amplitudo 5-15 milimeter dan durasi 32-46 detik.
Visual letusan pada erupsi sore itu tidak teramati dari permukaan. Meski begitu, getaran erupsi terekam jelas di seismograf, menandakan energi vulkanik masih aktif meski tidak tampak kepulan asap atau lontaran material.
Status Level II dan Zona Larangan
PVMBG masih menetapkan Gunung Ibu pada tingkat aktivitas Level II (Waspada). Masyarakat di sekitar gunung, termasuk pengunjung dan wisatawan, dilarang beraktivitas di dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.
Ada pula perluasan sektoral berjarak 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara. Zona ini menjadi area paling berisiko jika terjadi letusan susulan, sehingga tidak ada aktivitas manusia yang diizinkan masuk.
Rekor Erupsi Gunung Ibu Sepanjang 2026
MAGMA Indonesia mencatat 5.071 letusan gunung api di seluruh Indonesia sepanjang 2026. Gunung Semeru di Jawa Timur memimpin dengan 1.965 kali letusan, sementara Gunung Ibu menempati posisi kedua dengan 1.702 kali erupsi.
Angka itu menegaskan Gunung Ibu sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia tahun ini. Frekuensi erupsinya yang tinggi membuat pemantauan seismik dilakukan terus-menerus, termasuk pada periode erupsi keenam dalam sepekan terakhir.
Dampak bagi Warga dan Aktivitas Wisata
Warga yang bermukim di lereng Gunung Ibu diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berada di luar ruangan ketika hujan abu turun. Masker dan pelindung mata menjadi perlengkapan yang disarankan saat beraktivitas di luar rumah.
Bagi wisatawan yang hendak mendaki atau mendekati kawasan gunung, informasi terkini sebaiknya dikonfirmasi lewat pos pengamatan PVMBG setempat atau kanal resmi MAGMA Indonesia. Rencana kunjungan ke area vulkanik Halmahera Barat sebaiknya ditunda sampai status aktivitas menurun.
Pemantauan Berkelanjutan
PVMBG mengimbau warga dan pengunjung mematuhi seluruh rekomendasi zona aman yang berlaku. Perubahan status bisa terjadi kapan saja mengingat karakter erupsi Gunung Ibu yang sulit diprediksi.
Pembaruan informasi letusan, amplitudo, dan durasi gempa tersedia harian melalui aplikasi MAGMA Indonesia. Bagi wisatawan yang berencana menjelajahi Maluku Utara, memantau kanal resmi tersebut menjadi langkah wajib sebelum berangkat.