BALI — Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali erupsi pada Senin (28/9/2026) pukul 11.05 WIT dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 52 detik. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mempertahankan status gunung di Level II (Waspada) dan melarang aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah. Erupsi ini menjadi yang keempat dalam sepekan terakhir, menambah daftar panjang aktivitas vulkanik Gunung Ibu sepanjang 2026.
Sepanjang periode pengamatan 28 September 2026 pukul 00.00-23.59 WIT, seismograf mencatat 78 kali gempa letusan dengan amplitudo 11-28 milimeter dan durasi 35-70 detik. Selain itu, terpantau 1 kali gempa hembusan beramplitudo 8 milimeter selama 36 detik serta 7 kali gempa harmonik dengan amplitudo 2-6 milimeter dan durasi 30-119 detik. Meski getaran cukup intens, visual letusan tidak teramati dari permukaan.
Status dan Radius Aman Terkini
PVMBG menetapkan tingkat aktivitas Gunung Ibu di Level II (Waspada). Masyarakat di sekitar gunung dan wisatawan diminta tidak beraktivitas di dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.
Ada perluasan sektoral berjarak 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara. Warga yang bermukim di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Ibu juga perlu mewaspadai potensi ban lahar saat hujan turun.
Rekor Letusan Gunung Ibu Sepanjang 2026
MAGMA Indonesia mencatat 4.825 letusan gunung api di seluruh Indonesia selama 2026. Gunung Semeru di Jawa Timur memimpin dengan 1.869 kali letusan, disusul Gunung Ibu dengan 1.601 kali letusan.
Angka tersebut menempatkan Gunung Ibu sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia tahun ini. Frekuensi erupsi yang tinggi membuat pemantauan seismik dilakukan nonstop dari pos pengamatan PVMBG.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan Wisatawan
Meski sedang erupsi, kawasan sekitar Gunung Ibu tetap menyimpan daya tarik bagi wisatawan yang ingin menyaksikan fenomena vulkanik dari jarak aman. Beberapa aktivitas yang memungkinkan:
- Menyaksikan lanskap vulkanik dari titik pandang di luar radius larangan
- Fotografi lanskap pegunungan Halmahera dari desa-desa sekitar
- Mengunjungi pos pengamatan PVMBG untuk memahami pemantauan gunung api
- Menjelajahi keanekaragaman hayati Halmahera Barat di luar zona bahaya
Wisatawan wajib mematuhi seluruh imbauan petugas dan tidak memaksakan mendekat ke kawah demi konten.
Cara Menuju Lokasi
Gunung Ibu berada di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Akses termudah melalui Bandara Sultan Babullah di Ternate, lalu perjalanan darat dan laut menuju Halmahera Barat.
Dari pusat kota Jailolo, perjalanan ke kawasan kaki gunung memakan waktu beberapa jam tergantung kondisi jalan. Informasi rute terkini dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat atau pos PVMBG.
Tips Berkunjung saat Status Waspada
Jika tetap ingin berkunjung ke kawasan sekitar, utamakan keselamatan dengan mengikuti panduan berikut:
- Cek status gunung terbaru via aplikasi MAGMA Indonesia sebelum berangkat
- Patuhi radius aman 2 kilometer dan perluasan sektoral 3,5 kilometer ke utara
- Siapkan masker N95 untuk mengantisipasi abu vulkanik
- Hindari area aliran sungai berhulu dari puncak saat hujan
- Bawa perlengkapan medis dasar dan komunikasi darurat
Durasi ideal kunjungan ke kawasan Gunung Ibu saat status Waspada adalah 1-2 hari untuk observasi dari jarak aman. Pastikan rencana perjalanan fleksibel karena aktivitas vulkanik bisa berubah cepat.