Pencarian

Kelangkaan BBM di Bali Berlanjut Hari Ketiga, Janji SPBU Buka 24 Jam Tak Sesuai Kenyataan

Rabu, 14 Oktober 2026 • 08:01:12 WIB
Kelangkaan BBM di Bali Berlanjut Hari Ketiga, Janji SPBU Buka 24 Jam Tak Sesuai Kenyataan
Antrean kendaraan mengular di SPBU Cok Agung Tresna, Denpasar, pada hari ketiga kelangkaan BBM di Bali.

DENPASAR — Keluhan warga Bali soal layanan SPBU Pertamina mencuat setelah antrean kendaraan mengular di sejumlah titik sejak dini hari. Rai Suryawijaya menuturkan, ia menaruh kendaraannya di SPBU Cok Agung Tresna sejak pukul 03.00 WITA, tetapi petugas baru datang sekitar pukul 06.00 WITA.

Petugas di lokasi menyampaikan bahwa sisa stok bahan bakar sangat terbatas. Pembelian pun dibatasi agar pasokan bisa dibagi ke lebih banyak kendaraan.

Stok Terbatas, Pembelian Warga Dibatasi

Rai Suryawijaya menyebut pengalaman itu terjadi di hampir semua pom bensin yang ia lewati. Antrean kendaraan bahkan menimbulkan kemacetan di sekitar jalur SPBU.

"Pertama, kita prihatin ya, kenapa terjadi kelangkaan BBM selama 3 hari ini. Tadi pagi pun saya sendiri juga mengantre dari jam 3.00 karena beritanya kan Pertamina janjinya buka 24 jam, ternyata mereka buka sampai tengah malam saja. Saya mengantre dari jam 3.00 pagi dia enggak buka di Cok Tresna dan di hampir semua pom bensin yang ada membuat kemacetan," kata Rai Suryawijaya, Rabu (14/10).

Ia menambahkan, petugas sempat memberi tahu bahwa stok yang tersisa hanya sedikit. "Mobil saya taruh di sana, mobil saya yang nomor dua dan nomor tiga. Petugasnya bilang, 'Pak, mungkin dapat sedikit-sedikit saja, masih sisa tadi malam nih dikit.' Jadi dibatasi," tuturnya.

Anak Sekolah hingga Karyawan Hotel Terlambat

Antrean yang panjang memakan waktu berjam-jam. Dampaknya, sejumlah aktivitas warga terganggu, mulai dari keterlambatan anak berangkat sekolah hingga karyawan hotel yang telat masuk kerja.

Rai Suryawijaya menilai situasi tersebut tidak wajar karena kelangkaan hanya terjadi di Bali, sementara pasokan di Pulau Jawa relatif stabil. Ia mempertanyakan penyebab pasti dan meminta transparansi informasi soal ketersediaan pasokan.

"Tanya kenapa penyebabnya, apakah pasokan minyak memang habis, apakah dia mengurangi, atau ada unsur apa, itu saya jadi tanda tanya. Masyarakat enggak pernah ngebon bensin kan? Tolong diubahlah, kalau tahu sebelumnya berkurang, komunikasi, agar ada penyesuaian seperti Work From Home (WFH)," terangnya.

Soal Wacana Mobil Listrik: Pemerintah Diminta Beri Contoh

Menanggapi wacana pengalihan ke kendaraan listrik, Rai Suryawijaya menilai pemerintah seharusnya lebih dulu memberi contoh sebelum membebankan peralihan itu ke masyarakat.

"Kalau mau begitu, berikan contoh dari pemerintah dulu, Aparatur Sipil Negara (ASN) disuruh pakai mobil listrik, kasih mobil dinas semua. Kasih pelan-pelan kalau gitu. Harusnya diselidiki salahnya di mana, kalau krisis seperti ini pelayanannya harus cepat kalau betul ada BBM yang cukup," pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pertamina atau pemerintah daerah soal penyebab kelangkaan maupun jadwal normalisasi pasokan BBM di Bali.

Follow pojokbali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: balikonten.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks