Pencarian

Kapal Wisata KM Feronia Terbalik di Perairan Komodo, 1 Wisatawan Hilang

Rabu, 14 Oktober 2026 • 10:33:01 WIB
Kapal Wisata KM Feronia Terbalik di Perairan Komodo, 1 Wisatawan Hilang
Kapal pinisi KM Feronia terbalik di perairan Batu Bolong, Taman Nasional Komodo, Selasa (13/10/2026) sore.

BALI — Kapal pinisi KM Feronia terbalik di perairan Batu Bolong, Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (13/10/2026) sore. Kapal berbobot GT 51 itu mengangkut 25 wisatawan dan lima kru saat dihantam arus kuat di sekitar perairan Tatawa Besar. Sebanyak 24 wisatawan dan lima kru berhasil dievakuasi, sementara satu wisatawan domestik belum ditemukan.

KM Feronia berangkat dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo pada Selasa pagi menuju Pulau Rinca. Sebelum kecelakaan terjadi, para wisatawan baru selesai melakukan diving di perairan Manta dan kapal dalam perjalanan kembali ke dermaga.

Dari 25 wisatawan di atas kapal, 21 orang merupakan turis asing dan empat lainnya wisatawan domestik. Satu di antaranya, Veronica Beatrix Jessica (23), masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Kronologi Kapal Terbalik

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, menyatakan kapal terbalik setelah diterjang arus kuat saat air laut pasang tinggi.

"Saat melintasi perairan sekitar Tatawa Besar, kapal dihantam oleh arus kuat hingga terbalik," kata Stephanus, Selasa (13/10/2026) malam.

Nakhoda KM Feronia, Isran, menuturkan kapal tiba-tiba dihantam arus dari sisi kiri hingga kehilangan keseimbangan. Kondisi cuaca saat kejadian disebutnya cukup baik.

"Cuaca bagus, hanya arusnya kencang," ujarnya seusai proses evakuasi di Pelabuhan Marina Labuan Bajo.

Proses Evakuasi dan Pencarian Korban

Saat kapal mulai terbalik, sebagian besar wisatawan berada di upper deck. Satu penumpang berada di dalam toilet dan diduga terjebak di dalam kapal.

Isran langsung membuka life raft untuk menyelamatkan para wisatawan. Keberadaan penumpang yang hilang baru diketahui setelah seluruh wisatawan dan kru yang dievakuasi dihitung bersama pemandu.

"Itu setelah kami hitung jumlah tamu dengan guide baru saya tahu ada orang (tertinggal dalam kapal)," kata Isran.

Evakuasi 24 wisatawan dan lima kru berlangsung bertahap sejak sore hingga malam. Tim SAR gabungan melakukan pencarian hingga pukul 18.00 Wita, tetapi belum menemukan Veronica. Pencarian dilanjutkan pada Rabu (14/10).

Dugaan Penyebab Kecelakaan

KSOP Labuan Bajo menyebut dugaan awal kecelakaan berkaitan dengan keterlambatan nakhoda mengantisipasi arus kuat ketika air berada pada kondisi pasang tertinggi. Penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses investigasi.

Catatan bagi Wisatawan Kapal Pinisi

Perairan Tatawa Besar dan Batu Bolong termasuk jalur pelayaran padat di kawasan TN Komodo. Arus laut di sekitar gugusan pulau tersebut dikenal kuat, terutama saat pasang tinggi.

Wisatawan yang hendak menempuh rute Marina Labuan Bajo–Pulau Rinca disarankan memastikan kapal memiliki life raft, jaket pelampung sesuai jumlah penumpang, dan kru bersertifikat. Informasi terkini soal kondisi arus dan cuaca dapat dikonfirmasi ke KSOP Labuan Bajo atau operator kapal sebelum keberangkatan.

Follow pojokbali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks