BULELENG — Gerakan pemulihan Danau Buyan berawal dari inisiatif Danrem 163/Wira Satya yang kemudian mendapat dukungan penuh dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad). Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menyebut inisiatif tersebut menjadi bukti bahwa TNI selalu hadir membantu mengatasi kesulitan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sebagai aset bangsa.
"Bali memiliki keindahan alam dan kekayaan budaya yang menjadi kebanggaan Indonesia sekaligus daya tarik dunia. Keberlangsungan sektor pariwisata sangat bergantung pada terjaganya lingkungan. Karena itu, menjaga kebersihan dan keseimbangan ekosistem bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan kewajiban kita bersama," tegas Pangdam dalam sambutannya.
Mayjen TNI Piek Budyakto mengingatkan bahwa posisi Bali memiliki nilai strategis di mata dunia. Ia menuturkan pengalamannya saat mendampingi kunjungan Menteri Pertahanan Jepang bersama Menteri Pertahanan Republik Indonesia, di mana tamu negara tersebut mengungkapkan kekagumannya terhadap keindahan Pulau Bali dan bahkan merasa waktu kunjungannya masih terlalu singkat.
Menurut Pangdam, apresiasi tersebut menjadi pengingat bahwa Bali bukan hanya milik masyarakat Bali, tetapi juga merupakan wajah Indonesia di mata dunia. Stabilitas keamanan, kelestarian lingkungan, serta citra positif Bali harus terus dijaga secara bersama-sama demi keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan generasi mendatang.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali Ratna Hendratmoko menyampaikan bahwa progres pemulihan ekosistem Danau Buyan telah mencapai sekitar 80 persen. Sinergi seluruh pemangku kepentingan, khususnya dukungan TNI, menjadi faktor utama keberhasilan kegiatan tersebut.
Kegiatan syukuran yang dipimpin Gubernur Bali yang diwakili Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Made Dwi Arbani itu dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, jajaran Forkopimda Kabupaten Buleleng, pimpinan instansi terkait, serta berbagai elemen masyarakat dan pegiat konservasi.
Sebagai simbol kebersamaan, dilaksanakan pemotongan tumpeng yang dilakukan bersama oleh perwakilan prajurit TNI dan warga Desa Pancasari. Prosesi tersebut mencerminkan eratnya kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menjaga kelestarian alam sebagai warisan bersama.
Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan bahwa keterlibatan Kodam IX/Udayana dalam pemulihan ekosistem Danau Buyan merupakan implementasi nyata komitmen TNI Angkatan Darat untuk selalu hadir membantu mengatasi kesulitan masyarakat, sekaligus mendukung program pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan.
"Pelestarian lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun ketahanan wilayah. Lingkungan yang terjaga akan mendukung keberlangsungan kehidupan masyarakat, memperkuat sektor pariwisata, serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial secara berkelanjutan," ujar Kolonel Inf Amrizal Nasution.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan peninjauan langsung ke lokasi menggunakan perahu ponton. Pangdam IX/Udayana bersama para tamu undangan menyaksikan secara langsung kondisi Danau Buyan yang kini semakin bersih, tertata, dan menunjukkan tanda-tanda pemulihan ekosistem.