BALI — IHSG ditutup di level 6.130 pada perdagangan Selasa (28/7), melemah 55,19 poin atau minus 0,89 persen dari perdagangan sebelumnya. Data RTI Infokom mencatat nilai transaksi mencapai Rp10,92 triliun dengan volume 25,45 miliar saham. Sebanyak 265 saham menguat, 360 saham terkoreksi, dan 172 saham stagnan.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan area koreksi IHSG berada di rentang 6.074-6.107. Jika indeks berhasil bangkit, penguatan terbatas diperkirakan menguji area 6.262-6.299.
"Kami memperkirakan area koreksi IHSG berada di kisaran 6.074-6.107. Sementara itu, jika terjadi penguatan, indeks berpeluang menguji area 6.262-6.299," ujar Herditya dalam riset hariannya.
Ia memproyeksikan support harian IHSG di level 6.111 dan 6.007, dengan resistance di 6.599 dan 6.705. Herditya merekomendasikan empat saham: ADMR, DSNG, ICBP, dan TPIA.
Senada, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova melihat indeks berpotensi menguji support Fibonacci di level 6.074. Namun, ia menilai peluang rebound tetap terbuka jika level tersebut mampu bertahan.
"IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan pelemahan hingga menguji support Fibonacci di level 6.074. Namun, jika level tersebut mampu bertahan, peluang rebound diperkirakan segera terbuka," jelas Ivan.
Ia memasang rentang support lebih lebar di 6.074, 5.971, dan 5.887, serta resistance di 6.199, 6.545, 6.688, dan 6.835. Ivan merekomendasikan tiga saham berbeda: INCO, INDF, dan MDKA.
Investasi mengandung risiko. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.