DENPASAR — Sekitar 2.500 hingga 3.000 peserta dari lebih dari 150 negara diperkirakan akan hadir dalam ICANN87 Annual General Meeting (AGM) yang dipusatkan di Bali International Convention Centre (BICC), The Westin Resort Nusa Dua. Rangkaian acara dimulai pada 17 Oktober 2026, sementara pembukaan resmi dijadwalkan pada 19 Oktober 2026, dilanjutkan dengan gala dinner pada malam harinya.
Domain .Bali: Makna Ganda untuk Branding Global
Salah satu agenda utama yang diusung Indonesia dalam forum tersebut adalah peluncuran domain .Bali. Gubernur Wayan Koster menilai domain ini memiliki potensi besar sebagai identitas sekaligus strategi branding Bali di tingkat internasional.
"Dot Bali bagus sekali, karena kata 'dot' dalam bahasa Bali juga bermakna ingin atau kepingin. Bisa dimaknai sebagai I want Bali. Ini menjadi branding yang sangat kuat bagi Bali di tingkat internasional," ujar Koster saat menerima audiensi panitia ICANN87 di Jayasabha, Denpasar, Selasa (28/7/2026).
Aksara Bali: Fondasi Peradaban yang Diperjuangkan ke Ranah Digital
Koster menegaskan komitmennya terhadap pelestarian Aksara Bali. Menurutnya, aksara bukan sekadar simbol kebudayaan, melainkan fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan peradaban Bali. Pemerintah Provinsi Bali telah menerapkan kebijakan melalui Peraturan Gubernur tentang Perlindungan dan Penggunaan Aksara Bali, yang mengatur penggunaan aksara pada papan nama kantor pemerintah, fasilitas umum, jalan, lembaga pendidikan, hingga berbagai produk asal Bali.
"Semua kebudayaan, adat istiadat, hingga pengetahuan berawal dari aksara. Tanpa aksara kita tidak bisa mewariskan peradaban. Hulunya adalah aksara. Karena itu saya sangat tegas terhadap implementasi kebijakan ini," tegasnya.
Koster mencontohkan Jepang dan China yang tetap mempertahankan aksara asli dalam kehidupan sehari-hari meskipun menjadi negara dengan daya saing global tinggi. Menurutnya, Bali harus memiliki keberanian serupa dalam mempertahankan identitas budaya di tengah perkembangan zaman. "Nilai spiritual aksara Bali sangat tinggi," ujarnya.
ICANN: PBB-nya Internet Dunia
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Hammam Riza, ilmuwan dan Perekayasa Ahli Utama BRIN sekaligus Guru Besar Kecerdasan Artifisial Universitas Syiah Kuala, menjelaskan bahwa ICANN merupakan organisasi yang mengelola sistem penamaan domain dan alamat protokol internet secara global. Organisasi ini kerap disebut sebagai "PBB-nya internet dunia" karena menjadi forum multistakeholder yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, komunitas teknis, hingga masyarakat sipil.
Perwakilan ICANN, Samiran Gupta, selaku Vice President, Stakeholder Engagement and Managing Director, Asia Pacific ICANN, mengapresiasi sambutan positif Gubernur Koster. Ia berharap Gubernur Bali dapat hadir sekaligus membuka rangkaian kegiatan tersebut, mengingat besarnya arti strategis ICANN87 bagi Bali maupun Indonesia.
Momentum Strategis untuk Budaya dan Tata Kelola Internet
Koster menilai penyelenggaraan ICANN87 tidak semata-mata berkaitan dengan teknologi informasi dan tata kelola internet. Forum tersebut menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan nilai-nilai peradaban dan kebudayaan Bali kepada masyarakat dunia. "Acara ini sangat penting karena dapat mengangkat nilai peradaban kita. Terima kasih kepada Kementerian Komunikasi dan Digital yang memberikan kesempatan kepada Bali menjadi tuan rumah," katanya.