BALI — Gatra Akasa, yang merupakan singkatan dari Gerbang Akurasi Informasi Dirgantara, hadir sebagai kanal informasi resmi sekaligus portal digital pangkalan. Peluncurannya dilakukan seusai upacara Hari Bakti TNI AU ke-79, hari yang mengabadikan pengorbanan para perintis dirgantara bangsa seperti Marsda TNI (Anumerta) Agustinus Adisutjipto dan Marsda TNI (Anumerta) Abdulrachman Saleh.
Dari Kokpit ke Meja Redaksi: Prinsip Akurasi Penerbang
Kolonel David menyebut bahwa gagasan ini lahir dari prinsip dasar profesinya sebagai penerbang. “Di udara, akurasi bukan pilihan—akurasi adalah keselamatan. Prinsip yang sama saya bawa ke darat: informasi dari pangkalan ini harus akurat, resmi, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya dalam sambutan.
Ia menambahkan, Lanud I Gusti Ngurah Rai yang berdiri di gerbang pariwisata Indonesia dan disaksikan dunia setiap hari, sudah semestinya menjadi gerbang akurasi informasi dirgantara. Filosofi tersebut tercermin dalam lambang Gatra Akasa: helai-helai bulu sayap yang terurai menjadi kepingan piksel, simbol bahwa tradisi tidak ditinggalkan, melainkan diterbangkan menuju bentuk baru.
E-Magazine Interaktif Berbalut Estetika Bali
Edisi perdana Gatra Akasa hadir dalam format flipbook interaktif yang memadukan wibawa tradisi dirgantara dengan kearifan lokal Bali. Kontennya menyajikan kisah perjalanan kepemimpinan Komandan Lanud, mulai dari riwayat jabatan, visi dan misi, hingga arah transformasi yang diusung.
“Setiap generasi di pangkalan ini menorehkan pengabdiannya. Yang membedakan hanyalah satu: apakah pengabdian itu terdokumentasi atau hilang ditelan waktu. Gatra Akasa adalah cara kami memastikan tidak ada lagi pengabdian yang hilang,” kata Kolonel David.
Kecepatan Realisasi dan Kemandirian Digital
Yang membedakan peluncuran ini adalah kecepatan realisasinya. Gagasan Gatra Akasa dicetuskan Kolonel David pada hari-hari awal masa kepemimpinannya, dan dalam hitungan pekan sejak serah terima jabatan, portal resmi, e-magazine edisi perdana, serta arsip digital telah terwujud secara utuh.
Transformasi ini juga disertai peningkatan kapasitas personel Lanud dalam produksi konten, pengelolaan portal, dan tata kelola arsip digital. Ke depan, Gatra Akasa direncanakan dapat dikelola secara mandiri oleh prajurit pangkalan sendiri, bukan sekadar bergantung pada pihak luar.
Jawaban atas Arus Informasi yang Tidak Terverifikasi
Bagi masyarakat Bali dan pecinta dirgantara, kehadiran Gatra Akasa menghadirkan kepastian sumber informasi. Setiap artikel yang diterbitkan melalui proses penelaahan redaksi internal Lanud untuk memastikan akurasi, sebagaimana makna nama yang disandangnya.
Dalam mewujudkan gagasan ini, Lanud I Gusti Ngurah Rai didukung oleh Juara Holding Group melalui program tanggung jawab sosial (CSR) nonkomersial di bidang dokumentasi, arsip digital, dan pelatihan. Dukungan ini diberikan sebelum pengelolaan sepenuhnya dilanjutkan oleh personel pangkalan.