Pencarian

Mike Leigh Sebut Tender Loving Care Kemungkinan Besar Film Terakhirnya

Selasa, 22 September 2026 • 20:30:31 WIB
Mike Leigh Sebut Tender Loving Care Kemungkinan Besar Film Terakhirnya
Sutradara Mike Leigh saat konferensi pers San Sebastian Film Festival melalui sambungan video.

BALI — Sutradara asal Inggris Mike Leigh mengungkapkan bahwa Tender Loving Care kemungkinan besar menjadi film terakhirnya dalam karier. Ia menyampaikan hal itu saat konferensi pers kompetisi San Sebastian Film Festival melalui sambungan video. Leigh menjelaskan bahwa kondisi medis yang dideritanya membuat aktivitas syuting semakin sulit dijalani.

Mike Leigh menegaskan bahwa keputusan itu bukan soal usia, melainkan kondisi fisik. Ia mengidap myositis, penyakit yang menyerang sistem imun dan memengaruhi pergerakan otot. Penyakit itu membuatnya sulit berpindah tempat, terutama untuk kebutuhan produksi film.

"It's quite straightforward. I have a medical condition [myositis], which affects my muscular movement, and it's quite difficult to move around," ujar Leigh dalam konferensi pers tersebut. "It's certainly more difficult than it should be for a filmmaker, and therefore it's more than probable that this film will have to be my last film."

Ia menyebut situasi itu sebagai persoalan praktis, bukan dramatisasi. Menurut Leigh, kemampuan fisiknya kini tidak lagi sejalan dengan tuntutan pekerjaan sebagai sutradara yang aktif di lokasi syuting.

Perjalanan Tender Loving Care di Festival Film

Tender Loving Care lebih dulu tayang di Telluride Film Festival dan Toronto International Film Festival (TIFF) sebelum masuk kompetisi di San Sebastian. The Hollywood Reporter menyebut film ini sebagai penutup yang layak bagi karier Leigh yang luar biasa.

Dua tahun lalu, Leigh juga hadir di San Sebastian untuk membawa Hard Truths. Kini ia kembali lewat drama-komedi yang tetap mempertahankan ciri khasnya: cerita sederhana dengan luka emosional yang dalam.

Dalam konferensi pers itu, Leigh hadir melalui video bersama produser Georgina Lowe serta para pemain Alice Bailey Johnson, Paul Jesson, dan Marion Bailey. Marion sendiri merupakan ibu dari Bailey Johnson sekaligus pasangan Leigh di kehidupan nyata. Kate O'Flynn, yang baru meraih Emmy lewat penampilannya di Widow's Bay, tidak bisa hadir ke Spanyol.

Sinopsis dan Isu Sosial yang Diangkat

Tender Loving Care mengikuti Amy, seorang pekerja sosial yang diperankan O'Flynn. Ia tinggal bersama teman kuliahnya, Rosie (Bailey Johnson), yang juga bekerja di bidang yang sama. Amy sangat dekat dengan orang tuanya (Jesson dan Bailey) yang tinggal tak jauh dari mereka.

Ketika krisis kesehatan menghantam keluarga itu, Leigh menunjukkan bahwa ketabahan orang Inggris sering kali merupakan bentuk keberanian, solidaritas, dan ketakutan yang tak terucap. Film ini juga menyoroti kemunduran pasca-perang di Inggris serta pemangkasan layanan kesehatan dan sosial.

Jesson menyebut kondisi dunia saat ini dijalankan secara brutal oleh orang-orang berduit. Leigh merespons dengan nada hati-hati, tanpa jawaban hitam-putih.

Pandangan Leigh soal Optimisme dan Masa Depan

"One wants to be optimistic. One wants to see light at the end of the tunnel. I have children and grandchildren, and my youngest grandchild is actually two years of age. If everything goes as it should, he will be my age in the 22nd century, and I want that world to be a good world," kata Leigh.

Ia mengakui optimisme tidak selalu mudah dipertahankan. Banyak hal di dunia saat ini terasa menakutkan dan membatasi. Meski begitu, Leigh menolak jika Tender Loving Care dianggap sebagai pelarian romantis. Menurutnya, film ini adalah pandangan keras terhadap realitas, tetapi tetap berbicara soal kasih sayang.

Bailey menambahkan bahwa generasinya tumbuh dengan keyakinan bisa mengubah dunia. Ia menyebut ada kewajiban moral untuk tetap optimistis, meski itu sulit. Bailey juga mengungkapkan bahwa Alice Bailey Johnson adalah putrinya di kehidupan nyata, sehingga kekhawatiran soal masa depan terasa personal.

Detail Kecil yang Jadi Ciri Khas

Leigh juga ditanya soal banyaknya adegan minum wine dalam film. Ia menjawab bahwa minum adalah bagian dari budaya, terutama di Barat. Baginya, film harus menangkap kehidupan nyata di berbagai lapisan, termasuk kebiasaan seperti itu.

"It's not a comment about the pros or cons of drinking. It's just the fact that it is part of the texture and fiber of everyday life," ujarnya. Jesson menambahkan bahwa teh juga muncul banyak dalam film, sebagai penyeimbang.

Jika benar menjadi film terakhir, Tender Loving Care menutup perjalanan panjang Leigh di sinema Inggris. Sosoknya dikenal lewat karya yang konsisten mengangkat kehidupan kelas pekerja dengan kejujuran dan empati.

Follow pojokbali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: hollywoodreporter.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks