KLUNGKUNG — Pelepasan rombongan berlangsung di halaman Kantor Bupati Klungkung dengan dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya beserta jajaran perangkat daerah terkait. Peserta berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Klungkung, dengan komposisi rombongan yang disesuaikan kebutuhan pendampingan tiap peserta.
Dua Pura Jadi Tujuan Persembahyangan
Perjalanan spiritual ini menempuh dua lokasi persembahyangan di dua kabupaten berbeda. Rombongan lebih dulu menuju Pura Tirta Empul di Tampaksiring, Gianyar, sebelum melanjutkan perjalanan ke Pura Ulun Danu Batur di Bangli.
Pemkab Klungkung menyertakan tim pendamping sepanjang perjalanan. Fasilitas armada yang digunakan juga dipilih agar ramah bagi peserta penyandang disabilitas.
Wabup Minta Peserta Jaga Ketertiban dan Keselamatan
Dalam arahannya sebelum pelepasan, Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra meminta seluruh peserta dan pendamping menjaga ketertiban, kehati-hatian, serta keselamatan selama perjalanan hingga kembali ke rumah masing-masing.
Wabup menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari upaya bersama untuk memohon keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan alam beserta isinya.
"Kegiatan tirta yatra ini merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk nunas kerahyuan jagat (memohon keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan alam beserta isinya)," ujar Wabup Tjok Surya.
Ia berharap persembahyangan bersama ini memberi kedamaian batin dan meningkatkan sradha bhakti para peserta.
Ruang dan Kesetaraan bagi Penyandang Disabilitas
Wabup menegaskan komitmen Pemkab Klungkung untuk terus membuka ruang, memberikan perhatian, dan menjamin kesetaraan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
"Melalui perjalanan suci ini, diharapkan para peserta dapat merasakan ketenangan jiwa, meningkatkan ketakwaan, serta senantiasa diberikan kesehatan dan kebahagiaan. Pemerintah Kabupaten Klungkung akan terus berkomitmen untuk memberikan ruang, perhatian, dan kesetaraan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk saudara-saudara kita para penyandang disabilitas," tegas Wabup Klungkung.
Pelepasan rombongan pada Kamis (22/10/2026) menjadi salah satu bentuk layanan sosial berbasis keagamaan yang menyasar kelompok penyandang disabilitas di Klungkung. Setelah prosesi di dua pura selesai, seluruh peserta dijadwalkan kembali ke daerah masing-masing dengan pendampingan yang sama.