NetherRealm Studios Siapkan Injustice 3 Setelah Sembilan Tahun Menanti

Penulis: Muhammd Nizar  •  Minggu, 03 Mei 2026 | 16:16:59 WIB
NetherRealm Studios dikabarkan tengah mengembangkan Injustice 3 sebagai sekuel terbaru.

NetherRealm Studios dikabarkan tengah mengembangkan Injustice 3 sebagai proyek gim tarung terbaru mereka berikutnya. Bocoran ini muncul dari profil karyawan Warner Bros. Games yang mengonfirmasi kembalinya perseteruan epik antara Batman dan Superman bagi penggemar di Indonesia.

NetherRealm Studios tampaknya akan kembali ke semesta DC Comics setelah fokus panjang pada seri Mortal Kombat. Laporan terbaru yang dipublikasikan oleh MP1st pada Rabu (12/2) mengungkap keberadaan proyek Injustice 3 melalui resume seorang karyawan Warner Bros. Games. Informasi ini memperkuat spekulasi yang telah beredar di kalangan komunitas gim selama setahun terakhir.

Kabar ini menjadi angin segar bagi basis penggemar Injustice yang sudah menunggu hampir satu dekade. Sejak Injustice 2 dirilis pada 2017, pengembang yang dipimpin Ed Boon ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk Mortal Kombat 11 dan Mortal Kombat 1. Penggemar di Indonesia, yang memiliki komunitas gim tarung cukup solid, kini mulai mengantisipasi kembalinya mekanik unik khas pahlawan super DC.

Jejak Digital di Profil Karyawan

Temuan ini bermula dari daftar riwayat hidup seorang staf di internal Warner Bros. Games yang secara eksplisit mencantumkan Injustice 3 sebagai salah satu proyek yang sedang dikerjakan. Meski belum ada pernyataan resmi, bukti ini dianggap cukup valid mengingat pola kerja studio yang biasanya tertutup. Selain itu, pengisi suara Aquaman dan Superman sebelumnya sempat memberikan sinyal kepada penggemar bahwa proses pengembangan gim ketiga ini memang sedang berjalan.

Langkah NetherRealm ini sebenarnya mengikuti pola rilis yang sudah menjadi tradisi mereka sejak 2013. Studio ini konsisten bergantian merilis judul antara Mortal Kombat dan Injustice. Setelah Mortal Kombat 1 rilis pada 2023, secara siklus, posisi gim berikutnya memang seharusnya ditempati oleh sekuel Injustice. Kembalinya seri ini diharapkan mampu memperbaiki momentum studio setelah dukungan pasca-rilis Mortal Kombat 1 dinilai beberapa pihak kurang maksimal.

Tradisi Rotasi dan Mekanik Baru

NetherRealm Studios dikenal sering melakukan eksperimen mekanik yang saling dipinjamkan antar-waralaba. Beberapa fitur yang kemungkinan besar muncul di Injustice 3 meliputi:

  • Environmental Attacks: Fitur interaksi objek panggung yang pertama kali populer di Injustice original.
  • Dial-a-Combo: Sistem input serangan berantai yang memudahkan pemain baru namun tetap kompetitif.
  • Single Player Expansive: Mode cerita sinematik yang menjadi standar emas genre gim tarung modern.
  • Crossover Characters: Potensi kehadiran karakter tamu seperti yang sebelumnya melibatkan Teenage Mutant Ninja Turtles hingga Joker.

Menariknya, NetherRealm baru saja mengeksplorasi karakter bertema "superhero jahat" seperti Homelander dan Omni-Man di Mortal Kombat 1. Pengalaman ini kemungkinan besar akan dibawa ke dalam narasi Injustice 3. Jika studio memutuskan untuk melanjutkan tema konflik Batman versus Superman, mereka memiliki fondasi yang kuat untuk menyajikan cerita yang lebih kelam dan membumi.

Dampak bagi Komunitas Gamer Indonesia

Bagi pemain di Indonesia, kehadiran Injustice 3 diprediksi akan menghidupkan kembali turnamen gim tarung lokal. Seri Injustice memiliki daya tarik lebih luas karena menggunakan karakter populer dari film-film DC yang dikenal masyarakat umum. Selain itu, sistem kendali yang lebih ramah bagi pengguna konsol maupun PC membuat gim ini sering menjadi pilihan utama di rental PS maupun komunitas e-sports kasual.

NetherRealm Studios biasanya merilis gim baru setiap beberapa tahun sekali. Jika melihat linimasa pengembangan saat ini, pengumuman resmi kemungkinan besar akan dilakukan dalam waktu dekat dengan target rilis sekitar tahun 2026. Fokus saat ini tetap tertuju pada bagaimana Warner Bros. Games akan mengemas sistem monetisasi dan konten tambahan agar tidak mengulangi kritik yang sempat menerpa judul-judul sebelumnya.

Reporter: Muhammd Nizar
Back to top