BALI — Ledakan di pabrik kimia PT MCCI, Cilegon, memicu respons cepat dari pemerintah kota. Warga yang terdampak, terutama yang mengalami sesak napas, kini bisa mendapatkan penanganan medis di puskesmas terdekat. Pemkot Cilegon menyiagakan tenaga kesehatan dan ambulans untuk mengantisipasi lonjakan pasien.
Insiden yang terjadi kemarin itu menyebabkan warga di sekitar lokasi pabrik mengeluhkan gangguan pernapasan. Sejumlah warga dilaporkan mengalami sesak napas akibat menghirup udara yang diduga terkontaminasi oleh bahan kimia dari ledakan. Pemkot Cilegon langsung menginstruksikan puskesmas untuk siaga dan membuka posko pengaduan.
“Kami sudah menyiagakan tenaga kesehatan dan ambulans,” demikian pernyataan resmi Pemkot Cilegon. Layanan medis diberikan secara gratis bagi warga yang terdampak.
Ledakan terjadi di area produksi PT MCCI, perusahaan kimia yang berlokasi di kawasan industri Cilegon. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan. Tim dari Dinas Lingkungan Hidup dan pemadam kebakaran telah dikerahkan ke lokasi untuk memastikan tidak ada kebocoran gas beracun lebih lanjut.
Warga diimbau untuk tidak mendekati area pabrik dan segera melapor jika mengalami gejala sesak napas, pusing, atau iritasi kulit. Penggunaan masker juga disarankan bagi warga yang tinggal di radius satu kilometer dari lokasi kejadian.
Pemkot Cilegon memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan di pabrik-pabrik kimia di wilayah tersebut. Insiden ini menjadi peringatan akan pentingnya pengawasan ketat terhadap industri berisiko tinggi. “Kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian dan Dinas Tenaga Kerja untuk memastikan standar K3 dipatuhi,” ujar perwakilan Pemkot.
Belum ada perintah evakuasi massal, namun warga di sekitar pabrik diminta waspada. Pemerintah menjanjikan akan memberikan kompensasi bagi warga yang mengalami kerugian materiil akibat ledakan.