BADUNG — Gelaran Big Bad Wolf (BBW) Books Bali 2026 tidak hanya menjadi surga bagi para kutu buku. Di balik hiruk-pikuk pengunjung yang rela antre sejak pagi, sejumlah mahasiswi justru memanfaatkan momen ini untuk meraup omzet. Mereka datang bukan sekadar untuk berburu buku bacaan, melainkan untuk berbisnis.
Para mahasiswi ini sudah mengantre panjang bahkan sebelum pintu gerbang resmi dibuka pukul 09.00 Wita. Strategi mereka sederhana: masuk lebih awal, langsung menyisir rak-rak buku bestseller, dan memborong sebanyak mungkin saat flash sale dimulai.
"Biasanya buku bestseller habis dalam 30 menit pertama saat flash sale. Kalau telat, kami hanya bisa gigit jari," ujar seorang mahasiswi yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku sudah tiga tahun berturut-turut berburu buku di BBW untuk dijual kembali secara online.
Modal yang dikeluarkan memang tidak sedikit. Namun, dengan selisih harga antara diskon BBW dan harga jual di platform daring, keuntungan yang diraup disebut fantastis. Beberapa mahasiswi mengaku omzetnya bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah selama gelaran bazar berlangsung.
Mereka biasanya menjual buku-buku tersebut melalui media sosial dan marketplace dengan harga yang masih di bawah harga normal toko buku. "Kuncinya di kecepatan dan pengetahuan soal buku apa yang lagi laris," tambahnya.
Fenomena ini menjadi bukti bahwa BBW Books Bali 2026 tetap menjadi magnet bagi masyarakat Pulau Dewata. Antrean panjang yang mengular sejak pagi menunjukkan antusiasme yang tak pernah surut, baik untuk sekadar berburu bacaan maupun untuk mencari cuan.
Pihak penyelenggara pun menyiapkan stok buku yang lebih banyak dibanding tahun sebelumnya untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung. Namun, bagi para pemburu cuan, persaingan tetap ketat. Mereka yang terlambat beberapa menit saja bisa kehilangan kesempatan mendapatkan buku-buku incaran.