BALI — Diskusi soal rivalitas dua pembalap Mercedes itu mengemuka di siniar The Chequered Flag yang dipandu oleh mantan mekanik McLaren Marc Priestley dan jurnalis F1 Rebecca Clancey. Keduanya mengupas bagaimana dinamika di dalam tim pabrikan Jerman tersebut bisa berubah sepanjang musim.
Antonelli dan Russell sama-sama punya ambisi besar. Russell sudah malang melintang di F1 dan sempat mencuri kemenangan, sementara Antonelli datang dengan status sebagai rookie yang digadang-gadang sebagai pewaris takhta Lewis Hamilton.
Menurut Priestley, situasi ini bisa menjadi bumerang jika tidak dikelola dengan hati-hati. “Ketika dua pembalap di tim yang sama sama-sama ingin menang, gesekan pasti terjadi. Yang menarik adalah bagaimana manajemen tim mengelola ego dan strategi balapan,” ujarnya dalam podcast tersebut.
Clancey menambahkan bahwa persaingan internal kerap kali tidak terlihat di permukaan, tetapi dampaknya nyata. “Kami sudah melihat beberapa kali dalam sejarah F1; persaingan rekan setim bisa membuat satu tim kehilangan poin krusial di akhir musim,” kata Clancey.
Musim ini menjadi ujian nyata bagi Mercedes. Setelah era dominasi Hamilton, tim sekarang harus membangun kembali identitas kompetitifnya dengan dua pembalap muda yang sama-sama haus kemenangan.
Episode penuh diskusi soal rivalitas Antonelli dan Russell tersebut tersedia di BBC iPlayer melalui siniar The Chequered Flag. Sayangnya, konten ini hanya bisa diakses oleh pengguna yang berada di wilayah Inggris Raya.
Bagi penggemar F1 di luar Inggris, cuplikan dan kutipan dari podcast tersebut tetap bisa dipantau melalui kanal berita olahraga internasional. Persaingan di dalam tim pabrikan asal Jerman ini diperkirakan akan menjadi salah satu topik paling hangat sepanjang musim.
Jika Mercedes mampu menyediakan mobil yang kompetitif, maka duel Antonelli vs Russell bukan sekadar soal gengsi internal. Ini bisa menentukan arah perebutan gelar juara dunia, mengingat potensi poin yang bisa hilang akibat rivalitas internal.
Para pengamat menilai bahwa kunci keberhasilan Mercedes terletak pada kemampuan tim untuk menjaga keseimbangan antara persaingan sehat dan kepentingan tim secara keseluruhan. Jika gagal, bukan tidak mungkin gelar juara justru direbut oleh tim lain yang lebih solid.